ODEBA.id, Jakarta – Sebanyak 30 peserta terpilih melanjutkan perjalanan dalam Garuda Academy Year II menuju CORE 3.0. Setelah melewati rangkaian pembelajaran, diskusi, dan penilaian pada CORE 2.0, para peserta kini bersiap memperdalam pemahaman mengenai praktik nyata industri sepak bola bersama para profesional berpengalaman di lingkungan FIFA dan Asian Football Confederation (AFC).
Perjalanan 30 peserta tersebut merupakan bagian dari proses seleksi yang telah berlangsung sejak awal program. Sebelumnya, Garuda Academy Year II dimulai dengan lebih dari 250 pendaftar, kemudian mengerucut menjadi 105 peserta pada CORE 1.0, 84 peserta pada CORE 2.0, hingga akhirnya terpilih 30 peserta untuk melanjutkan ke CORE 3.0.
Pada CORE 2.0, para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga didorong untuk membangun jejaring dan melihat berbagai persoalan yang dihadapi industri sepak bola Indonesia dari beragam perspektif.
“Peserta CORE 2.0 dari berbagai latar belakang telah memulai proses pembelajaran melalui networking serta diskusi mengenai kondisi terkini industri sepak bola Indonesia. Dari berbagai kesenjangan yang ditemukan, peserta kemudian diajak untuk merumuskan konsep dan gagasan baru sebagai langkah untuk mendorong kemajuan industri sepak bola Indonesia,” kata salah satu peserta, Ade Syukri, Kamis (10/9/2026).
Proses tersebut turut terlihat dalam hasil penilaian. Menurut data, rata-rata individual assessment peserta CORE 2.0 mencapai 90, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 80. Sementara itu, sesi group presentation menjadi salah satu bagian yang menonjol dengan gagasan yang dinilai penuh semangat dan inovasi untuk pengembangan industri sepak bola Indonesia.
Memasuki CORE 3.0, tantangan yang diberikan kepada peserta akan semakin mendalam. Peserta didorong untuk melihat sepak bola secara lebih holistik, tidak hanya dari apa yang terjadi ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga memahami bagaimana sepak bola dikelola, dikembangkan, dikomersialkan, dan dibangun secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat pembelajaran, CORE 3.0 menghadirkan tiga profesional berpengalaman di industri sepak bola internasional, yakni Lazarus Jansen Xavier, Benjamin Tan, dan Yazeen Buhari.
Lazarus Jansen Xavier, Head of Strategic Planning & Advisory AFC Member Association Division, memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang governance, strategic planning, dan pengembangan sepak bola. Ia akan membawakan materi Organisation of World Football, Football Governance & Competitions, serta Football Development Activities.
Kemudian, Benjamin Tan, FIFA & AFC Match Commissioner sekaligus League Transformation Director, yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam kepemimpinan, pengelolaan liga, dan club licensing. Ia akan membawakan materi Professional Club Licensing.
Sementara Yazeen Buhari, AFC Consultant & Lecturer dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, termasuk bersama FIFA dan AFC serta sebagai General Secretary FAS dan CEO SPL, akan membahas Football Organisations as Media Companies dan Building a Football Content Strategy, dengan fokus pada pengembangan konten dan peluang komersial dalam industri sepak bola.
Tidak berhenti pada penyampaian materi dari para profesional, CORE 3.0 juga menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Peserta akan mengikuti class session, group discussion and presentation, study case, serta individual assessment.
Dalam salah satu sesi, peserta akan ditantang untuk melakukan pitching for content investment, sementara melalui individual assessment mereka akan diminta merekomendasikan sebuah inisiatif berdasarkan pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
Menurut jadwal, rangkaian CORE 3.0 dimulai melalui sesi online pada 7-14 September 2026 dan dilanjutkan dengan kelas tatap muka pada 15-17 September 2026 di Le Meridien Hotel, Jakarta.
Setelah CORE 3.0, perjalanan peserta akan kembali mengerucut. Dari 30 peserta yang mengikuti tahap ini, hanya 10 peserta yang akan melanjutkan ke CORE 4.0.
Berikut 30 peserta yang melaju ke CORE 3.0:
Ade Syukri
Adwin Pratama Anas
Ahmad Adi Pranoto
Akhmad Fandhia Roesyidi
Anandersah Jeremia Oktoberiarmy
Anastasya Jesslyn Hartono
Daniendra Aditya Prabudiyo
Dea Salsabila Defri
Dhanielle Daphne
Dwika Rahman Sasmita Putra
Elza Ahmad Raihan
Enrico Shirvariandya
Ezra Christian Pattipeiluhu
Hanif Nur Candra
Iker Evangelista Welly
Ilham Ahmad Ismail
Lintang Tumurun Enjang
Mohammad Ghaffariy Al Fairadj
Moza Adidharma
Muhamad Ali Akbar
Muhammad Uchida Sudirman
Rafi Rizqullah Arifin
Rayhan Aria Pratama
Richo Darma Agi
Rizki Nugraha Hamim Penna
Selina Leda Ginting
Septian Maulana
Shofie Ashyfa Natasya Shalsabila
Syahrir Nawir Nur
Wiwied Kurnia






