ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

CCE 3.0 Dorong Inovasi Lokal Ciptakan Dampak Multidimensional

BY El Simamora
Senin, 25 Maret 2024
in Ragam
Peluncuran program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 dengan tema #LokalBerdaya

Peluncuran program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 dengan tema #LokalBerdaya. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi penggerak dampak yang didirikan oleh Grup GoTo, meluncurkan program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 dengan tema #LokalBerdaya. Memasuki tahun ketiga, GIF melalui CCE akan berinovasi bersama para changemakers dan komunitas lokal untuk memberdayakan masyarakat di Belitung, Lombok Tengah, Magelang, dan Malang, agar terus bertumbuh, dan mampu menyelesaikan masalah sosial, lingkungan, dan ekonomi secara mandiri.

Setelah tiga tahun bergerak bersama 80 changemakers dan 50 mitra, CCE telah menghasilkan 18 inovasi di Bandar Lampung, Semarang, Makassar, Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba. Dari perjalanan ini, GIF mengidentifikasi tiga pembelajaran penting, yaitu permasalahan kompleks tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja, tidak bisa dituntaskan dengan pendekatan yang bersifat general tanpa penyesuaian dengan konteks lokal, dan tidak cukup jika hanya menyasar satu sektor.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

CCE terus berevolusi dan membuat terobosan baru, yaitu untuk berkreasi bersama pihak multisektor, menyusun solusi sesuai konteks lokal, dan menciptakan dampak multidimensional yang berkelanjutan di Indonesia.

Chairperson GoTo Impact Foundation, Monica Oudang, mengatakan, GIF menginisiasi CCE sebagai katalis untuk mengakselerasi dampak yang berkelanjutan dalam skala yang lebih besar di Indonesia. “Melalui CCE, kami terus menyempurnakan pendekatan innovation ecosystem, sebuah upaya yang menjunjung gotong royong guna mendorong lahirnya inovasi. Ini lebih dari sekadar kolaborasi, namun juga menggabungkan kekuatan untuk berkreasi bersama,” katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (25/3/2024).

Ia menambahkan, kesuksesan bagi pihaknya bukan hanya diukur dari kemampuan kolektif, atau banyaknya inovasi yang dihasilkan, melainkan ketika masyarakat lokal bisa berdaya dan mampu untuk melakukan perubahan. “Untuk itu, lewat CCE 3.0 kami berusaha membangun sistem melalui perubahan pola pikir dan perilaku, memecahkan masalah secara holistik, dan memastikan adanya manfaat ekonomi bagi setiap pihak yang terlibat, termasuk masyarakat lokal,” tambah Monica.

Tahun ini, CCE berkolaborasi dengan Bappenas RI dan Kemenparekraf RI yang telah terlibat sejak CCE gelombang pertama dan kedua. CCE memfokuskan pemilihan empat lokasi berdasarkan prioritas pemerintah, urgensi permasalahan, hingga ketersediaan infrastruktur dan changemakers, di antaranya:

Belitung, Bangka Belitung: Transisi dari sumber mata pencaharian yang bersifat eksploitatif ke sumber penghasilan yang berkelanjutan dan bisa membangun ketahanan pangan berkualitas

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat: Pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk mendorong pemerataan ekonomi dan kelestarian lingkungan

Magelang, Jawa Tengah: Pemerataan ekonomi yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem

Malang, Jawa Timur: Optimalisasi rantai pasok antar sektor agar bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim

Monica mengatakan, melalui rangkaian kegiatan CCE 3.0, pihaknya memperluas jaringan, mulai dari memperluas keberagaman changemakers, sampai melibatkan individu, seperti mahasiswa dan aktivis yang optimistis untuk ikut memecahkan permasalahan sosial, ekonomi, lingkungan di Indonesia.

“Kami mengajak startup, wirausaha, organisasi nirlaba, dan akademisi, bukan hanya untuk memberikan dampak, namun untuk tumbuh bersama. Kita mungkin bagian dari masalah, tapi kita juga bisa jadi bagian dari solusi, mari bergerak, berdampak, bersama,” kata Monica.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Angela Tanoesoedibjo, yang hadir pada kegiatan peluncuran CCE 3.0, mengatakan, masyarakat setempat berada di garis depan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan wisata. “Kami sangat berharap bahwa solusi yang dihadirkan para changemakers bisa benar-benar membangun kemandirian masyarakat sehingga masyarakat bukan hanya berperan sebagai penerima manfaat, tapi sebagai salah satu aktor utama yang dapat mendorong pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan,” katanya.

Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan selaku Kepala Sekretariat Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), Kementerian PPN/ Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan, pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi multisektor merupakan hal penting untuk memecahkan permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Kehadiran para changemakers diharapkan bisa menghadirkan berbagai inovasi yang diterapkan langsung di lapangan untuk mengatasi berbagai permasalahan kompleks, serta berkontribusi terhadap capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030,” katanya.

Dewan Pengurus Koalisi Ekonomi Membumi, Gita Syahrani, yang hadir pada konferensi pers menyampaikan dukungannya pada CCE 3.0. Agar memberikan solusi berdampak, perlu proses perumusan yang baik. Titik awal proses ini dimulai dari mendengarkan dan berempati pada kegelisahan dan mimpi para aktor kunci agar bisa memetakan masalah, peluang, dan tujuan bersama.

“Pelibatan berbagai pihak lintas keahlian dan latar belakang baik pemerintah, pelaku usaha dan mitra pembangunan untuk bergotong royong mencapai tujuan bersama jadi langkah kunci berikutnya agar solusi yang ditawarkan tepat sasaran dan bisa diterapkan secara berkelanjutan,” katanya.

Pembelajaran dari CCE sebelumnya pun turut dipertegas oleh Ranitya Nurlita, Perwakilan Konsorsium Bali Sukla, Changemakers CCE 2.0.

“Beberapa startup dan organisasi nirlaba bergabung dalam satu konsorsium, menyatukan sumber daya, dan menggandeng pemangku kepentingan lain untuk menyelesaikan masalah sampah di Besakih. Sebelum mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah, kami dibantu untuk menyusun strategi solusi di CCLab, sehingga kami bisa menggabungkan pengelolaan sampah secara konvensional dan nonkonvensional dalam bentuk integrasi data terkini, pendekatan masyarakat melalui edukasi, serta teknologi yang disesuaikan dengan budaya lokal,” katanya. (REL)

Next Post
Ketua Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara

Firsal Dida Mutyara: Sektor Konsumsi Kontributor Utama Ekonomi Sumut

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba