ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

BRIN Tambah 4 Profesor Riset Baru, Berikut Capaian Risetnya

BY El Simamora
Selasa, 16 Juli 2024
in Nasional
Logo BRIN.

Logo BRIN. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Gelar Profesor Riset mencerminkan prestasi akademik dan profesional yang tinggi, serta komitmen mendalam terhadap penelitian dan inovasi. Seorang profesor riset mampu menunjukkan keunggulan dalam penelitian, berkontribusi signifikan dalam bidang keilmuan tertentu, dan memiliki pengaruh substansial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam orasi di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (17/7), empat kandidat Profesor Riset baru di lingkungan BRIN yakni Heny Herawati dengan kepakaran Teknologi Pascapanen, Muhammad Rifai dengan kepakaran Logam dan Paduan, A’an Johan Wahyudi dengan kepakaran Biogeokimia Laut, dan Didi Rosiyadi dengan kepakaran Keamanan Siber, akan menyampaikan capaian riset dan inovasi sesuai kepakaran masing-masing.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Melansir laman resmi BRIN, Heny Herawati, dengan kepakaran Teknologi Pascapanen, akan menyampaikan peran penting teknologi formulasi-ekstrusi. Teknologi ini mampu mengolah bahan baku lokal menjadi produk pangan dan non-pangan, untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing agroindustri.

Heny mengungkapkan, beras dan gandum merupakan sumber bahan pangan utama di Indonesia. Tantangan peningkatan impor beras dan gandum membutuhkan peran teknologi yang mampu mensubstitusi produk olahan tersebut.

Teknologi formulasi-ekstrusi mampu mengolah bahan baku lokal sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing melalui produk berasan dan olahan mi serta pasta gluten free. Riset dan pengembangan teknik formulasi yang diintegrasikan dengan teknologi ekstrusi telah menghasilkan inovasi produk berasan dan olahan pengganti gandum berbahan baku lokal.

“Teknologi formulasi dan ekstrusi terbukti dapat merekayasa bahan baku lokal menjadi bahan yang berkarakteristik layaknya beras dan pasta gandum. Pemanfaatan teknologi ini berkontribusi dalam menjawab permasalahan tingginya kebutuhan beras dan gandum akibat perubahan pola konsumsi makan yang terjadi pada beberapa tahun terakhir,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Rifai, dengan kepakaran Logam dan Paduan, berinovasi mengintegrasikan teknik hamburan neutron dan sinar-X synchrotron dalam mengembangkan logam nanostruktur.

Teknik hamburan neutron, yang dimungkinkan oleh penggunaan reaktor nuklir, menyediakan metode non-destruktif yang sangat efektif untuk memeriksa struktur dalam material.

“Keunggulan ini sangat berharga dalam riset material, terutama untuk mengeksplorasi sifat material yang tidak terlihat oleh mata manusia dan teknologi konvensional,” jelas Rifai.

Di sisi lain, sinar-X synchrotron, yang dihasilkan melalui fasilitas akselerator, memungkinkan periset untuk melakukan karakterisasi mendalam terhadap dinamika internal material selama proses seperti deformasi atau perlakuan panas.

“Karakterisasi ini krusial untuk mengembangkan material dengan sifat mekanis yang diinginkan, memungkinkan para ilmuwan dan insinyur untuk merancang material yang lebih kuat, ringan, atau fleksibel sesuai dengan kebutuhan aplikasi spesifik,” tambahnya.

Selanjutnya, A’an Johan Wahyudi, dengan kepakaran Biogeokimia Laut, menekankan pentingnya pemantauan variabilitas karbon untuk mendukung pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Riset ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif yang melibatkan observasi in-situ, pemanfaatan data model dan produk satelit, serta pemantauan yang terencana dan berkelanjutan.

A’an menguraikan, variabilitas faktor iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole
(IOD) berpengaruh signifikan pada variabilitas biogeokimia laut. Pemahaman mendalam tentang siklus biogeokimia karbon, menurutnya sangat penting untuk upaya mitigasi perubahan iklim dan penurunan emisi karbon.

“Riset ini menawarkan strategi berbasis alam untuk mitigasi perubahan iklim, yang tidak hanya membantu menurunkan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi laut Indonesia,” tegasnya.

Sedangkan Didi Rosiyadi, dengan kepakaran Keamanan Siber, berfokus pada riset terkait digital watermarking sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap tindakan kriminal di dunia siber untuk data penting atau krusial, seperti pada institusi pemerintahan, kesehatan, perbankan, kepolisian, militer, kependudukan, perbankan, dan institusi lainnya.

Riset yang dia lakukan, yakni terkait perlindungan terhadap hak cipta dokumen e-government melalui penggunakan skema digital image watermarking berbasis kombinasi Singular Values Decomposition (SVD) dan Discrete Cosine Transform (DCT), serta dioptimasi dengan algoritma genetik.

“Dengan adanya algoritma ini, performansi dan resistensi dokumen e-government yang ditransmisikan melalui internet relatif dapat lebih meningkat dalam menghadapi berbagai serangan siber,” ungkapnya.

Untuk lebih memudahkan penerapan algoritma pada dokumen e-government di dunia nyata, maka, pada riset lainnya, ditambahkan skema blind yang mana tidak diperlukan gambar host dalam proses ekstraksi. Kemudian diterapkan juga suatu metoda penyamaran dokumen e-government agar tidak dapat dikenali oleh para penyerang dengan menggunakan model penyamaran pencahayaan yang merupakan bagian dari sistem visual manusia.

“Nantinya diimplementasikan dalam meningkatkan sensitivitas dari data yang akan dilindungi,” tandas Didi. (ANG)

Next Post
Garuda kembali menunda penerbangan jemaah haji Indonesia.

Garuda Delay Lagi, Jemaah Haji Resah Harus Jadwal Ulang Tiket ke Daerah Asal

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba