Odeba.id, Jakarta – Bidang keantariksaan menjadi salah satu prioritas riset dan inovasi Pemerintah Indonesia melalui BRIN, khususnya di bidang pemantauan sumber daya alam dan lingkungan dengan teknologi satelit.
“Sebagai lembaga yang diberi mandat layanan penginderaan jauh berbasis satelit, BRIN mengupayakan peningkatan layanan dengan mengembangkan aset satelit milik Indonesia,” kata Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, dikutip dari laman BRIN, Minggu (20/10/2024).
Dalam rangka penguatan kerja sama keantariksaan tersebut, BRIN menggandeng mitra dalam negeri, serta luar negeri. Salah satunya dengan PT Uniresources Petroleum Indonesia (URPI) dan Innovation Academy for Microsatellites of Chinese Academy of Science (IAMCAS) Tiongkok untuk kerja sama pengembangan fasilitas infrastruktur satelit.
Ketiga pihak sepakat untuk mempromosikan kerja sama teknis dan pemanfaatan satelit antara Tiongkok dan Indonesia. Lebih lanjut, kegiatan tersebut mencakup pembangunan dan peluncuran sistem satelit penginderaan jauh, operasi stasiun bumi dan satelit, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam implementasinya, PT. URPI akan membiayai pengembangan sistem satelit yang akan dibangun oleh IAMCAS, dan akan dioperasikan serta dimanfaatkan oleh BRIN.
Kesepakatan ini berangkat dari kerja sama BRIN dengan PT. URPI yang menandatangani Memorandum of Understanding concerning Collaboration in Facilitation Infrastructure of Science and Technology, di Jakarta, 28 Desember 2023 lalu. Sebagai tindak lanjut, PT. URPI mengikutsertakan IAMCAS dalam implementasinya. (ANG)






