ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

BRIN dan Griffith University Riset Pengembangan SDI

BY El Simamora
Jumat, 13 Desember 2024
in Nasional
Ilustrasi SDI.

Ilustrasi SDI. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Data menjadi faktor strategis dalam proses pembangunan ekonomi, khususnya dalam perencanaan, penganggaran, dan pengambilan keputusan agar lebih tepat. Data ini mendorong kebijakan berbasis bukti.

Guna mendukung keterbukaan data pemerintah, sesuai UU No 14/2008 tentang keterbukaan Informasi Publik, pemerintah Indonesia mengembangkan SDI sebagai platfom data pemerintah yang terintegrasi. SDI merupakan sebuah tata kelola data pemerintah yang mencakup standar data, meta data, interoperabilitas, dan kode referensi.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, mengungkapkan, sejak dikeluarkannya PERPRES No. 39/2019 tentang SDI dan peluncuran Portal SDI pada 24 Desember 2022, perkembangan implementasi SDI masih belum optimal sebagaimana yang diharapkan. Berbeda dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berbasis PERPRES No. 82/2023 telah relatif terimplementasi lebih luas dan dapat menjadi acuan untuk pemerintah dalam transformasi digital.

Padahal, desain awal SPBE dan SDI merupakan sebuah kesatuan ekosistem. Karena SPBE merupakan sistem pemerintahan elektronik yang secara otomotis akan menghasilkan data digital. Lalu selanjutnya dikelola dalam SDI.

“Isu-isu institusional seperti kerangka peraturan kebijakan, kolaborasi antar pemangku kepentingan, absennya petunjuk teknis hingga faktor sumber daya manusia, ditengarai menjadi kendala dalam implementasi SDI,” ujar Zamroni, dikutip Jumat (13/12/2024).

Melihat kondisi ini, BRIN menyelenggarakan sebuah diskusi rutin yang dikemas dalam program Macroeconomis and Finance (MAFIN) TALKS. Pada diskusi, akan dibahas mengenai permasalahan dan tantangan kelembagaan dalam penerapan Satu Data Indonesia, untuk mendorong perencanaan yang lebih berkualitas dan berdampak pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pembahasannya, kegiatan ini melibatkan silang pendapat para pembicara dari Bappenas, Prospera, maupun dari BRIN sendiri.

Program diseminasi hasil penelitian tersebut akan membahas tantangan dan hambatan implementasi SDI. Hasilnya diharapkan bisa menjadi masukan dan perumusan kebijakan bagi para pemangku kepentingan untuk perbaikan pelaksanaan SDI. (ANG)

Next Post
Ilustrasi pameran seni transformatif bertajuk 'Constellations H20' yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Constellations H20 Eksplorasi Tantangan Krisis Air Lewat Karya Seni

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba