ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana

BY El Simamora
Rabu, 28 Januari 2026
in Nasional
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. BMKG)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Langkah ini diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Sebelumnya, di media sosial beredar narasi bahwa jika dilakukan terus menerus, OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu. Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.

Seyogianya, setiap kali terjadi hujan secara alami—tanpa campur tangan manusia–cold pool pasti terbentuk secara alami. Sehingga mengaitkan fenomena ini sebagai efek samping yang berbahaya dari OMC adalah kekeliruan sains. Musababnya, OMC dengan teknik penyemaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.

BMKG menegaskan bahwa implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan–bukan pemicu cuaca tidak stabil.

Lebih lanjut, jika OMC berhasil mempercepat turunnya hujan secara logis akan membentuk cold pool yang identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool dari hujan alami.

Dari skala energi pun, tidak bisa dibenarkan. Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. Melalui modifikasi cuaca, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh (seperti yang dilakukan melalui modifikasi cuaca di Indonesia), alih-alih membangun sistem pendingin atmosfer raksasa

Sementara itu, terkait narasi “memindahkan hujan ke wilayah tetangga dan berpotensi membuat banjir”, BMKG menjelaskan dua metode utama yang digunakan untuk melindungi wilayah strategis. Pertama, Jumping Process Method di mana tim OMC mendeteksi suplai awan dari laut (Laut Jawa/Samudra Hindia) menggunakan radar dan menyemainya sebelum mencapai daratan agar hujan jatuh di perairan.

Kedua, Competition Method ialah awan yang tumbuh langsung di atas daratan (in-situ), penyemaian dilakukan sejak dini untuk mengganggu pertumbuhan awan (tidak menghilangkan) agar tidak menjadi awan Cumulonimbus yang masif. Sehingga OMC dilakukan bukan untuk memindahkan hujan ke pemukiman lain.

Meskipun demikian, BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir. Pun, fakta hilangnya sekitar 800 situ di Jabodetabek sejak 1930-an menjadi faktor utama kurangnya daerah resapan dan berpotensi menjadi pemicu banjir.

Oleh karenanya, BMKG sepakat bahwa penataan lingkungan sebagai respons terhadap penanganan banjir menjadi hal paling utama yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat secara keseluruhan. Namun demikian, pada saat bersamaan secara paralel juga diperlukan upaya mengurangi curah hujan seperti OMC agar bisa diterima oleh kondisi lingkungan saat ini.

Ke depan, penataan lingkungan harus terus dilakukan dan penguatan kapasitas modifikasi cuaca juga harus ditingkatkan. Karena tantangan perubahan iklim bukanlah isapan jempol karena potensi terjadinya hujan ekstrem juga akan terus meningkat.

Pun, tidak ada kepentingan logis bagi pemerintah untuk menciptakan cuaca buruk yang merugikan ekonomi atau membahayakan warga. OMC adalah alat bantu untuk mengelola risiko cuaca di tengah keterbatasan daya tampung lingkungan. (ANG)

Next Post
Timnas U-17.

Persiapan Piala Asia 2026, Timnas U-17 Bakal Lakoni Uji Coba Internasional

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba