ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Bimas Katolik Gagas BAKKAT untuk Layani Umat, Apa Itu?

BY El Simamora
Rabu, 5 Juni 2024
in Nasional
Sosialisasi Pengembangan Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT).

Sosialisasi Pengembangan Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT). (Dok. Kemenag)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama (Kemenag) menggagas berdirinya sebuah Lembaga Penerima Sumbangan Keagamaan Katolik dengan nama Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT).

BAKKAT berdiri sejak 2017 melalui Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik selanjutnya diakui Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Pajak. Kehadiran BAKKAT belum banyak diketahui masyarakat Katolik. Kondisi ini mendorong Ditjen Bimas Katolik untuk melakukan Sosialisasi Pengembangan Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT) kepada Keuskupan Agung Seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, 4-8 Juni 2024.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Hadir utusan masing-masing keuskupan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), ormas Pemuda Katolik, WKRI, Vox Point Indonesia, ISKA dan PMKRI.

Diketahui, lahirnya BAKKAT bermula dari keprihatinan Ditjen Bimas Katolik dan mitranya, Gereja Katolik, atas kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Katolik Indonesia seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

BAKKAT sebagai lembaga resmi menghimpun dan mengelola sumbangan pemeluk agama Katolik yang dapat mengurangi pajak penghasilan pribadi dari perorangan maupun pajak badan. Sumbangan tersebut kemudian disalurkan oleh BAKKAT kepada umat Katolik untuk mengatasi berbagai kondisi sulit umat.

Dirjen Bimas Katolik, Suparman, menegaskan bahwa BAKKAT lahir untuk pemberdayaan sosial ekonomi, memberikan solusi nyata, dan berkelanjutan terhadap masalah-masalah umat. “Melayani umat itu butuh strategi bila perlu berpikir dan bertindak out of the box. BAKKAT menjadi salah satu alternatif solusi untuk membantu Gereja Katolik,” katanya , dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (5/6/2024).

“Saya ingin BAKKAT ini berkembang di seluruh keuskupan, bahkan ke depan BAKKAT perlu diperkuat dengan regulasi melalui Peraturan Menteri Agama,” lanjutnya.

Diketahui sejak 2017, BAKKAT baru terlaksana di Keuskupan Agung Jakarta. Dirjen menegaskan, BAKKAT harus dapat memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya untuk mendirikan cabang-cabang di 37 keuskupan.

Tidak hanya itu, menurutnya, ke depan BAKKAT harus memperluas jangkauannya secara global berkolaborasi dengan organisasi/perusahaan internasional untuk memanfaatkan komunitas Katolik di luar negeri. “Gereja Katolik itu terkenal dengan kualitas dan kolaborasi dalam pelayanan misi internasional. Semoga ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan BAKKAT,” katanya.

Dirjen berharap dengan sosialisasi yang lebih gencar dan koordinasi yang lebih baik, BAKKAT dapat dikenal luas dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Katolik di Indonesia. (ANG)

Next Post
Ilustrasi beras.

Presiden Filipina Perintahkan Kurangi Tarif untuk Tekan Harga Beras

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba