ODEBA.id, Jakarta – Banyak yang percaya, menelan biji cabai atau biji jambu bisa menyebabkan peradangan usus buntu (apendisitis). Lantas, benarkah anggapan itu jika dilihat dari sisi medis?
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, biji makanan memang bisa menjadi salah satu pemicu sumbatan, tetapi dampaknya sangat bergantung pada kebiasaan mengunyah, porsi, serta intensitas konsumsinya.
Ia menjelaskan masalah utamanya sering kali berawal dari proses mengunyah yang belum sempurna. Saat seseorang makan terburu-buru, biji makanan ditelan dalam kondisi masih utuh.
“Sebenarnya sama kayak tadi, kita ngunyahnya belum selesai itu (biji) masih ada dalam bentuk yang utuh. Begitu diproses di digestive (pencernaan) kita, itu harusnya kan sudah dihancurkan, sudah dikunyah,” jelas dr Yaze, melansir detikcom, Kamis (13/8/2026).
“Misalnya sudah kena asam lambung, tapi ada beberapa yang ternyata belum hancur,” lanjutnya.
Intensitas Konsumsinya Harus Diperhatikan
Ketika biji yang keras dan sulit dicerna tersebut lolos dari lambung dan masuk ke saluran usus, ada risiko partikel tersebut terselip di muara usus buntu.
Namun, dr Yaze menegaskan bahwa tubuh sebenarnya memiliki toleransi jika jumlahnya hanya sedikit dan terjadi sesekali. Risiko peradangan hingga infeksi justru meningkat, jika kebiasaan menelan biji-bijian utuh ini dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus.
“Sebenarnya kalau cuma sedikit ya masih oke. Tapi kalau misalnya terlalu sering makan pedas, terus biji-bijinya ternyata seringnya langsung ditelan, ya kalau berlebihan bisa menyebabkan peradangan, infeksi misalnya,” tutur dr Yaze.
Tidak Langsung Picu Usus Buntu
Masyarakat sering kali khawatir berlebihan, hingga menganggap usus buntu bisa terjadi secara instan setelah mengonsumsi makanan berbiji. dr Yaze menjawab mitos tersebut, dengan menekankan bahwa proses peradangan akibat sumbatan membutuhkan waktu serta akumulasi. “Kalau porsinya kebanyakan ya. Kalau cuma sesekali, seminggu belum tentu sekali, ya enggak juga,” tegas dia.
Ia menambahkan, anggapan habis makan pedas langsung usus buntu atau habis makan jambu biji langsung usus buntu besoknya, itu tidak tepat. “Tergantung intensitas dan seberapa banyak mengonsumsinya,” katanya. (dtc)






