ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Begini Kata Dokter Soal Anggapan Telan Biji Cabai Bikin Usus Buntu

BY El Simamora
Jumat, 14 Agustus 2026
in Nasional
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Getty Images)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Banyak yang percaya, menelan biji cabai atau biji jambu bisa menyebabkan peradangan usus buntu (apendisitis). Lantas, benarkah anggapan itu jika dilihat dari sisi medis?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, biji makanan memang bisa menjadi salah satu pemicu sumbatan, tetapi dampaknya sangat bergantung pada kebiasaan mengunyah, porsi, serta intensitas konsumsinya.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Ia menjelaskan masalah utamanya sering kali berawal dari proses mengunyah yang belum sempurna. Saat seseorang makan terburu-buru, biji makanan ditelan dalam kondisi masih utuh.

“Sebenarnya sama kayak tadi, kita ngunyahnya belum selesai itu (biji) masih ada dalam bentuk yang utuh. Begitu diproses di digestive (pencernaan) kita, itu harusnya kan sudah dihancurkan, sudah dikunyah,” jelas dr Yaze, melansir detikcom, Kamis (13/8/2026).

“Misalnya sudah kena asam lambung, tapi ada beberapa yang ternyata belum hancur,” lanjutnya.

Intensitas Konsumsinya Harus Diperhatikan

Ketika biji yang keras dan sulit dicerna tersebut lolos dari lambung dan masuk ke saluran usus, ada risiko partikel tersebut terselip di muara usus buntu.

Namun, dr Yaze menegaskan bahwa tubuh sebenarnya memiliki toleransi jika jumlahnya hanya sedikit dan terjadi sesekali. Risiko peradangan hingga infeksi justru meningkat, jika kebiasaan menelan biji-bijian utuh ini dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus.

“Sebenarnya kalau cuma sedikit ya masih oke. Tapi kalau misalnya terlalu sering makan pedas, terus biji-bijinya ternyata seringnya langsung ditelan, ya kalau berlebihan bisa menyebabkan peradangan, infeksi misalnya,” tutur dr Yaze.

Tidak Langsung Picu Usus Buntu

Masyarakat sering kali khawatir berlebihan, hingga menganggap usus buntu bisa terjadi secara instan setelah mengonsumsi makanan berbiji. dr Yaze menjawab mitos tersebut, dengan menekankan bahwa proses peradangan akibat sumbatan membutuhkan waktu serta akumulasi. “Kalau porsinya kebanyakan ya. Kalau cuma sesekali, seminggu belum tentu sekali, ya enggak juga,” tegas dia.

Ia menambahkan, anggapan habis makan pedas langsung usus buntu atau habis makan jambu biji langsung usus buntu besoknya, itu tidak tepat. “Tergantung intensitas dan seberapa banyak mengonsumsinya,” katanya. (dtc)

Next Post
Penumpang di Stasiun Medan.

Perjalanan Sempat Tertahan Pasca-Gempa Simalungun, Ini Penjelasan KAI Sumut

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba