ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Hiburan

Antara Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa dan Novelnya, Begini Kata Hanung

BY El Simamora
Selasa, 7 Mei 2024
in Hiburan
Poster film 'Tuhan, Izinkan Aku Berdosa'.

Poster film 'Tuhan, Izinkan Aku Berdosa'. (Dok. MVP Pictures)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Setelah sukses dalam perjalanannya ke berbagai festival, Tuhan Izinkan Aku Berdosa akan melanjutkan penayangan umumnya di bioskop pada 22 Mei 2024.

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MVP Pictures bersama Raam Punjabi sebagai produsernya ini diangkat dari novel yang cukup kontroversial berjudul ‘Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur.’

BacaJuga

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Drama Thriller ‘The Perfect Lie’ Tayang 30 Oktober, Intip Teaser Terbarunya

KGMA 2026 Music Day: Dari Liz IVE, ATEEZ, hingga RIIZE Siapkan Aksi Spesial

Sang sutradara sendiri telah dikenal dalam perjalanan karirnya dalam membuat film religi yang cukup menuai kontroversi dari berbagai kalangan tiap ajang perilisannya.

Oleh karena itu, para film maker membuat keputusan untuk mengubah judul dari novelnya saat diadaptasi ke film. Selain untuk menghindari kontroversi, juga untuk memberi kesan berbeda dari yang semula karya tulis ke karya audio visual.

“Beda sama sastra, judulnya itu bisa bermacam-macam, bisa menggunakan kata-kata negatif. Penonton masih bisa menerima dan masih bisa sadar bahwa ini adalah karya fiksi. Tapi kalo film itu nggak. Ketika ada kata ‘pelacur’ dalam judul film itu bisa negatif,” jelas Hanung dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta

Hanung juga mengaku bahwa saat di pra-produksi, script awalnya masih berjudulkan sama dengan novelnya. Lalu akhirnya diganti menjadi judul filmnya yang sekarang dengan berbagai pertimbangan juga keputusan seluruh tim.

Selain itu, adaptasi dalam filmnya kali ini tak hanya plek-ketiplek mem-visualisasikan dari novelnya namun, ada banyak pengembangan dari naratifnya sebagai kebutuhan audio visual. Perbedaan yang terasa adalah endingnya yang ditambahkan yang sebelumnya tak dimiliki oleh versi novelnya.

“Novelnya itu cuma sampai Kiran menjadi pelacur. Nah cuma di film ini saya kepengen agak sedikit bablas lah. Itu akan punya impact yang luar biasa lagi nanti. Karena itu makanya saya sama mas Ivan Ismail merangkai gimana caranya (cerita selanjutnya) setelah Kiran jadi pelacur,” tambah Hanung.

Dengan berkutat pada genre drama religi serta menyisipkan isu sosial yang cukup melokal, film ini dikemas secara kompleks untuk memberitakan tentang bagaimana agama yang harusnya diimani malah dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.

Karena itu film ini dibuat tak hanya untuk menampilkan bentuk yang baru, namun para filmmakernya berharap bahwa ada pesan yang tersampaikan kepada para penontonnya setelah menonton Tuhan Izinkan Aku Berdosa.

“Kami ada di sini tuh pengennya tuh film itu tuh harus bisa memberikan value. Walau gak semua value itu harus positif gitu kan. Tapi ketika kita menampilkan sesuatu yang buruk, yang dianggap jelek pun ada valuenya. Jadi itu yang ingin kami sampaikan.” Jelas Hanung.

Hanung dan segenap tim produksinya berharap bahwa nantinya berbagai peristiwa yang disampaikan di setiap scene nya dapat memaknai para penontonnya saat menonton.

Film ini diharapkan menjadi wadah untuk menampilkan perspektif baru kepada para penonton mengenai suatu isu, yang bahkan mungkin penontonnya tersebut tidak familiar dengan isu tersebut. Namun bisa mulai mengerti dan berempati atas isu yang ada di kehidupan nyata yang disampaikan melalui film ini. (dtc)

Next Post
Puan Maharani.

Di Forum MIKTA, Puan Maharani Suarakan Kesetaraan Gender

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba