ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Andaliman, Rempah Khas Batak yang Diminati hingga Eropa

BY El Simamora
Kamis, 7 Maret 2024
in TRAVEL BUDAYA
Andaliman

Andaliman. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Medan – Aroma rempah Nusantara telah memikat manusia di seluruh dunia sejak masa silam. Tumbuhan ini umum dimanfaatkan untuk penyedap dan pengawet makanan. Salah satu rempah yang sohor di Indonesia adalah andaliman. Memiliki nama latin Zanthoxylum acanthopodium DC, rempah khas tanah Batak ini memiliki sifat sensorik.

Dilansir dari nationalgeographic.grid.id, Andaliman banyak ditemukan tumbuh liar di Sumatra Utara pada daerah berketinggian 1.100 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Buahnya berbentuk butiran kecil dan bergerombol mirip lada atau merica, bedanya rempah ini memiliki aroma yang harum seperti jeruk. Andaliman yang masih muda, buahnya berwarna hijau dan berubah kehitaman jika sudah kering.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Di dunia kuliner, andaliman disukai karena cita rasanya yang khas dan memiliki sifat sensorik. Saat digigit, rasanya sedikit segar seperti jeruk, pedas menggigit, dan meninggalkan sensasi getir, kelu, atau kebas di lidah. Sensasi tersebut muncul karena kandungan hydroxy-alpha-sanshool di dalamnya.

Karena aroma dan rasanya yang kuat, penggunaan andaliman sebagai bumbu masakan harus dengan takaran yang tepat. Jika terlalu banyak dapat merusak cita rasa masakan itu sendiri. Rempah ini biasanya hanya digunakan sedikit saja sebagai penyedap.

Bagi masyarakat Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. Beberapa masakan khas Batak yang menggunakan andaliman sebagai penyedapnya, seperti arsik ikan mas (ikan mas rebus dengan bumbu kuning kaya rempah), naniura (sajian ikan mentah yang direndam dalam air jeruk purut dan rempah), saksang (gulai babi khas Batak), dan mi gomak.

Tak sekadar menyedapkan masakan, rempah yang termasuk dalam famili Rutaceae (keluarga jeruk-jerukan) ini juga kaya manfaat. Menukil dari laman Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, andaliman kaya kandungan minyak atsiri. Berdasarkan Teknik GC-MS, minyak atsiri andaliman menghasilkan 11 komponen, dengan 5 komponen utama adalah alfapinen, limonen, geraniol, sitronelal, dan geranil asetat.

Sedangkan dengan teknik kromatografi gas, senyawa yang berhasil diidentifikasi sebanyak 7 komponen, yaitu geranil asetat, sitronelal, geraniol, geranial, mirsen, linalool, dan limonen. Senyawa-senyawa terpen seperti geraniol, linalool, dan limonen yang banyak ditemukan dalam minyak atsiri andaliman, diketahui bersifat antioksidan. Senyawa ini mampu mencegah kerusakan oksidatif pada pangan, yang artinya dapat berfungsi sebagai pengawet pangan alami.

Andaliman telah lama digunakan masyarakat tradisional Sumatra Utara sebagai bumbu masakan khas Batak. Dengan rempah tersebut, masakan berbahan daging dan ikan mampu bertahan beberapa hari tanpa menimbulkan bau. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan rempah-rempah sebagai pengawet alami tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan manusia.

Meski telah menjadi bagian tradisi kuliner Batak Toba, andaliman termasuk rempah yang masih sulit dibudidayakan. Ini karena bijinya yang sulit berkecambah. Sebagian petani mengandalkan bibit dari pohon andaliman liar untuk dibudidaya. Ada juga yang menggunakan metode setek untuk mengembangkan bibit andaliman.

Di pasaran, andaliman juga memiliki harga jual yang tinggi. Saat momen biasa, andaliman dijual sekitar Rp100.000-an/kg. Namun, menjelang momen upacara adat atau hari raya besar seperti Natal dan Tahun Baru, harganya bisa meroket hingga mencapai Rp200.000/kg. Sedangkan di pasar internasional, kita patut berbangga hati, sebab andaliman kian diminati beberapa negara di Eropa, salah satunya Jerman. (EL)

Next Post
Danau Toba

2 Versi Asal Usul Danau Toba: Sains vs Legenda

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba