ODEBA.id, Medan – Musim panen raya padi di Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung sejak akhir Agustus diproyeksikan segera berakhir pada November mendatang. Kendati produksi gabah petani berada di puncaknya pada bulan ini, tanda-tanda penurunan harga beras di pasaran belum juga terlihat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga Gabah Kering Panen (GKP) sebenarnya telah melandai ke kisaran Rp7.200 hingga Rp7.300/kg, turun dari posisi sebelum musim panen yang sempat menyentuh angka Rp8.000/kg.
“Namun, penurunan harga gabah di tingkat petani tersebut tidak serta-merta menurunkan harga beras. Pasalnya, harga jual beras medium di pasaran saat ini dinilai masih berada pada tingkat harga keekonomiannya,” kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (8/10/2026).
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, rata-rata harga beras medium di Kota Medan saat ini masih berkisar antara Rp15.200 hingga Rp15.750/kg.
Penyebab Harga Beras Bertahan Tinggi
Kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) menjadi pemicu utama yang mengganjal penurunan harga beras. Di sisi lain, maraknya peredaran beras premium di pasar tradisional menjadi bagian dari strategi penggilingan (kilang) maupun pedagang untuk menjaga margin keuntungan. Oleh karena itu, potensi penurunan harga beras dalam waktu dekat dinilai sangat kecil.
Selain faktor HPP, gelombang fenomena iklim El Nino masih menjadi tantangan besar yang memicu gagal panen di sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi ini mendorong arah kebijakan perberasan nasional lebih berfokus pada pengamanan pasokan untuk masa mendatang.
Sebab, risiko lonjakan harga beras di tengah gangguan iklim ekstrem memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadi.
Meskipun wilayah Sumut tergolong relatif aman dari dampak El Nino, harapan masyarakat agar harga beras turun selama musim panen diprediksi sulit terwujud tahun ini. “Saat ini, langkah krusial yang perlu dilakukan pemerintah adalah memastikan ketersediaan pasokan beras tetap terjaga di tengah ancaman penurunan produktivitas lahan akibat kekeringan,” kata Gunawan. (ANG)






