ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Kemenperin Dorong IKM Lebih Inovatif Melalui Creative Fest

BY El Simamora
Selasa, 2 Juli 2024
in Ekonomi
Creative Fest 2024 di Jakarta.

Creative Fest 2024 di Jakarta. (Dok. Kemenperin)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar untuk mendorong perkembangan industri kreatif fesyen dan kriya di tanah air. Hal ini diwujudkan melalui peran Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan menggelar Creative Fest 2024 di Jakarta.

“Komitmen pemerintah dalam mendorong industri kreatif sudah membuahkan hasil yang positif,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, dikutip dari laman resmi Kemenperin, Selasa (2/7/2024).

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Kegiatan yang juga mendapat respons positif dari masyarakat tersebut, perlu mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan terkait dengan semangat kolaborasi.

Pada tahun 2023, nilai tambah industri kreatif mencapai Rp1.414,8 triliun atau tumbuh 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.280,42 triliun. “Dari nilai tambah tersebut, sektor fesyen dan kriya menjadi dua sektor yang memiliki kontribusi terbesar kedua dan ketiga dengan total kontribusi hingga 33%,” ungkap Reni.

Gelaran Creative Fest 2024 yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Juni 2024 itu diisi dengan rangkaian kegiatan yang menarik. Peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung melalui berbagai workshop yang berfokus pada desain kriya dan fesyen (Workshop Design Craft and Fashion) sertapelatihan pembuatan ecoprint (Workshop Making). Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog dan belajar bersama praktisi-praktisi kreatif melalui Creative Talk.

Reni menyampaikan, melalui Creative Fest 2024, pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa banyak produk-produk dalam negeri karya anak bangsa yang memiliki nilai jual tinggi khususnya pada produk fesyen dan kriya. “Kesempatan ini juga menjadi ajang pelaku-pelaku kreatif untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan ide kreatif, hingga berkolaborasi untuk menciptakan karya,” tuturnya.

Pembina Industri Ahli Utama Kemenperin, Doddy Widodo, mengungkapkan, adanya program Creative Fest 2024 ini menjadi ajang bersama untuk berkolaborasi meningkatkan dan memajukan IKM lokal.Setiap pembelian yang dilakukan masyarakat kepada produk lokal adalah bentuk dukungan nyata bagi mereka pelaku usaha dan pengrajin di Indonesia.

“Mari bersama memilih, membeli, dan menggunakan produk dalam negeri sehingga berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan negeri tercinta,” katanya.

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Dickie Sulistya, menambahkan, selain mendapatkan kesempatan belajar melalui creative talk dan workshop, para pelaku industri kreatif binaan BPIFK/BCIC dari seluruh Indonesia juga memamerkan produknya melalui Pop Up Market yang diikuti 16 tenant pelaku industri kreatif.

“Adapun selama tiga hari pelaksanaannya, sebanyak 6.600 orang berkunjung ke Pop Up Market Creative Fest 2024, dengan total penjualan mencapai Rp123.251.000,” sebutnya.

Creative Fest menghadirkan berbagai narasumber untuk dapat berbagi wawasan dan pengalaman dalam berbisnis, seperti Irman Jaya Wardhana, M. Setiawan Kusmulyono dan Sonny Agustiawan selaku mentor CBI dari Universitas Prasetya Mulya, Isti Budhi Setiawati selaku mentor CBI dari Universitas Ary Ginanjar, serta Binandari selaku mentor CBI dari Unisadhuguna.

Selanjutnya, Rengkuh Banyu Mahandaru selaku Founder Plepah, Senni Nur Yuliana selaku Founder Zelonica, Wahyuningsih Purwandari selaku Founder Waiki, Afidha Fajar selaku Founder Eboni Watch, dan Khoirunisa Pulungan selaku Founder Arae. (ANG)

Next Post
Aktivitas di salah satu pabrik semen di Indonesia.

Kemenperin Dukung Langkah Industri Semen Menuju Emisi Nol dan Keberlanjutan

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba