ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

BY El Simamora
Jumat, 2 Oktober 2026
in Ekonomi
Ilustrasi membatik.

Ilustrasi membatik. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Surabaya – Sektor industri batik di Indonesia terus menunjukkan penguatan ekonomi yang signifikan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor batik melonjak 32,5% menjadi US$20,14 juta pada 2025, didukung oleh ekosistem yang diperkuat 5.946 industri dan lebih dari 200 sentra batik di 11 provinsi yang menyerap sekitar 47.000 tenaga kerja.

Pertumbuhan industri dan peningkatan kinerja ekspor tersebut menegaskan peran batik yang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga penopang aktivitas ekonomi dan industri kreatif nasional. Meski demikian, inovasi dinilai tetap menjadi kunci agar keberlanjutan industri batik dapat bertahan lintas generasi.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Jelang Kebijakan Wajib Halal Oktober 2026, Kemenperin Percepat Sertifikasi IKM

“Pengembangan batik ke depan perlu memperhatikan keterhubungan antara tradisi, inovasi, keberlanjutan, dan kebutuhan pasar,” kata Kepala Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia, Syukur Idayati, dalam acara Community Engagement bertajuk “Batik Beyond Tradition: Digital dalam Inovasi, Berkelanjutan, dan Bertahan dalam Tradisi”, di Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Idayati menjelaskan bahwa pada 2024 nilai ekspor batik tercatat sebesar US$15,20 juta sebelum naik pesat pada 2025. Sementara pada Semester I-2026, nilai ekspor batik tercatat sebesar US$4,39 juta. Dinamika pasar ini menunjukkan pentingnya pengembangan produk yang terus relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Menurut Idayati, batik dapat terus dikembangkan ke dalam produk busana siap pakai (ready-to-wear), aksesori, hingga produk gaya hidup modern. Pendekatan ini memperluas jangkauan pasar tanpa mengikis nilai budaya tradisionalnya.

Pemanfaatan Teknologi dan Regenerasi

Selain diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi digital menjadi elemen penting dalam eksplorasi motif, pengembangan desain, hingga perluasan pemasaran. Di saat yang sama, prinsip keberlanjutan lingkungan dan regenerasi pengrajin juga terus didorong.

Pendiri Rumah Batik Jawa Timur, Syarif Usman, menyampaikan bahwa teknologi digital hadir sebagai alat bantu, bukan pengganti proses utama pembuatan batik tulis. Usaha yang telah berjalan selama tiga generasi ini juga fokus pada regenerasi dengan melatih keterampilan membatik kepada siswa di 700 sekolah dasar di Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.

Langkah serupa dilakukan oleh jenama lokal Ulur Wiji melalui konsep UpliftingWear. Jenama ini memadukan material alami dan kriya tradisional dengan desain kontemporer.

“Kami juga melibatkan perempuan muda di komunitas perdesaan dalam pengembangan keterampilan kriya. Pendekatan ini mempertemukan penguatan kapasitas generasi penerus dengan pengembangan produk fesyen modern berkarakter kriya Indonesia,” kata Pendiri sekaligus COO Ulur Wiji, Nasta Rofika.

Melalui penguatan inovasi, teknologi, dan pelibatan anak muda, Kemenperin optimistis industri batik nasional dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman. (ANG)

Next Post
Logo Ombudsman RI.

Ombudsman RI Soroti Kebutuhan Huntara dan Air Bersih Pascagempa Flores

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba