ODEBA.id, Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan. Meski sempat bergerak di zona hijau pada awal transaksi, IHSG berbalik arah dan berakhir turun 0,33% ke level 6.441.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis ke posisi 17.730 per dolar AS. Pergerakan positif juga terjadi pada harga emas dunia yang melonjak ke level US$4.377 per troy ons, atau setara dengan Rp2,5 juta per gram.
“Pasar keuangan saat ini masih berada di bawah bayang-bayang tekanan inflasi serta ketidakpastian geopolitik global yang belum mereda,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Jumat (18/9/2206).
Sementara itu, harga minyak mentah dunia jenis Brent bertahan di kisaran US$103 per barel. Pergerakan ini dipengaruhi oleh laporan pasokan minyak Amerika Serikat serta prospek pemulihan infrastruktur energi Arab Saudi pascaserangan kelompok Houthi.
Meski demikian, sentimen dari pasar komoditas tersebut belum mampu menopang sektor keuangan. Pelaku pasar masih mencermati risiko fundamental terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak mentah saat ini dianggap belum menjamin kepastian pasokan jangka panjang, mengingat potensi meluasnya konflik kawasan masih tinggi.
Kondisi pasar keuangan juga dibayangi oleh potensi koreksi lanjutan seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan. Pasar obligasi, baik di AS maupun domestik, terlihat rentan akibat tuntutan investor akan yield (imbal hasil) yang lebih tinggi.
Kenaikan imbal hasil tersebut berisiko memperberat beban fiskal dan memicu respons kebijakan moneter yang lebih ketat. Selain itu, dinamika di pasar obligasi meningkatkan permintaan likuiditas jangka pendek yang rawan memicu penarikan modal asing (capital outflow). Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap pergerakan rupiah dan IHSG. (ANG)






