ODEBA.id, Medan – IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,31% ke level 6.501,667. Kinerja IHSG bahkan sempat terpuruk hingga menyentuh level terendahnya di angka 6.474,57. IHSG terseret arus pelemahan bursa saham di Asia seiring dengan sikap investor yang mengkhawatirkan kian buruknya eskalasi perang di wilayah timur tengah.
“Sejauh ini pelaku pasar tengah menanti bentuk tekanan baru yang akan diberikan AS terhadap Iran,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Senin (24/8/2026).
Disisi lain Iran berbalik mengancam untuk menyita kapal-kapal yang melanggar aturan di selat hormus. Sejauh ini harga minyak mentah merespon dengan gerak yang stabil cenderung melemah di kisaran level US$92,7 per barel untuk jenis Brent. Kinerja harga minyak mentah masih menunjukan adanya kemungkinan memburuk jika publikasi sanksi ke Iran mengancam jalur logistik di wilayah timur tengah.
Sementara itu mata uang rupiah melemah di level 17.705 per US Dolar. Mata uang rupiah ditransaksikan dalam rentang yang sangat terbatas selama sesi perdagangan berlangsung. Pelemahan Arupiah tercatat menyentuh level terendahnya di kisaran 17.720 per US Dolar.
Terpisah harga emas dunia kembali naik di kisaran level US$4.644 per troy ons, atau sekitar Rp2,65 juta per gram-nya.
Harga emas menguat ditengah tensi geopolitik yang kian tidak menentu. Ditambah lagi pelaku pasar mengkuatirkan penumpukan hutang AS serta kekuatiran keberlanjutan anggaran fiskal. Harga emas menguat sejak AS mengumumkan akan melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi yang berada di pasar.
“Rencana kebijakan tersebut menyulut tekanan pada kinerja USD Index yang menguntungkan harga emas,” kata Gunawan. (ANG)






