ODEBA.id, Amsterdam – Komisi Grand Prix secara resmi mengumumkan sejumlah perubahan regulasi krusial yang akan segera diterapkan dalam ajang Kejuaraan Dunia MotoGP. Keputusan ini mencakup larangan penggunaan perangkat peninggi/penurun motor (holeshot device) serta perubahan tata letak (layout) posisi start pembalap (starting grid) demi meningkatkan faktor keselamatan balapan.
Melansir laman MotoGP, aturan pertama yang langsung diberlakukan adalah larangan total penggunaan perangkat holeshot mulai seri Tissot Grand Prix (GP) Belanda di Sirkuit Assen yang berlangsung akhir pekan ini. Komponen mekanis yang berfungsi menurunkan posisi motor saat start tersebut sejatinya direncanakan untuk dihapus pada perombakan regulasi besar-besaran musim depan. Namun, setelah menjadi topik perdebatan hangat dalam beberapa seri terakhir, otoritas MotoGP memutuskan untuk mempercepat larangan penggunaannya.
Selain regulasi teknis motor, Komisi Grand Prix juga mengubah struktur pengingat posisi start pembalap yang akan mulai diimplementasikan pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Perubahan konfigurasi starting grid ini tidak hanya berlaku untuk kelas utama MotoGP, melainkan diadopsi oleh seluruh kelas kompetisi (Moto2 dan Moto3).
Format barisan start akan tetap mempertahankan komposisi tiga pembalap per baris. Kendati demikian, jarak horizontal antar-pembalap diperlebar dari yang semula tiga meter menjadi empat meter. Penyesuaian ini otomatis mengubah jarak vertikal antar-baris horizontal dari sembilan meter menjadi 12 meter (menggunakan kalkulasi ruang baru 3 x 4 meter). Langkah impresif ini diambil demi memberikan ruang yang lebih aman bagi para pembalap saat melakukan akselerasi awal di awal balapan.
Batasan Maksimal Motor Pabrikan Musim 2028
Sebagai langkah jangka panjang untuk menjaga keadilan kompetisi, Komisi Grand Prix juga meresmikan regulasi mengenai kuota sepeda motor di grid yang akan berlaku secara mengikat pada musim 2028. Mulai tahun tersebut, setiap pabrikan dibatasi hanya boleh menurunkan maksimal enam motor di lintasan. Regulasi ini berarti sebuah pabrikan hanya diizinkan menyuplai mesin untuk maksimal dua tim satelit di luar tim pabrikan utama mereka.
Aturan pembatasan enam motor ini sebetulnya sudah diadopsi tidak resmi pada musim 2026—seperti yang diterapkan oleh Ducati saat ini—namun baru akan diundangkan sebagai regulasi hukum resmi pada 2028. Kebijakan ini akan berjalan dengan syarat minimal terdapat lima pabrikan aktif yang berkompetisi di kejuaraan dunia pada musim tersebut. (EL)






