ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Medan

Sapa Warga, Rico Waas Dengar Soal Trauma Banjir, LPJU Mati hingga Ancaman Longsor

BY El Simamora
Minggu, 21 Juni 2026
in Medan
Warga dan Wali Kota Medan berdialog dalam kegiatan Sapa Warga.

Warga dan Wali Kota Medan berdialog dalam kegiatan Sapa Warga. (Dok. Diskominfo Medan)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Dalam kegiatan “Sapa Warga” yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/26), warga menyampaikan rasa traumanya akibat banjir besar yang sempat melumpuhkan Kota Medan.

“Seumur hidup saya, baru kali itu merasakan banjir sampai sedada orang dewasa. Ada rasa trauma, Pak. Apa solusi konkret dari Bapak sebagai Wali Kota agar penderitaan ini tidak terulang lagi?” keluh Arifin, warga Lingkungan 17, Karang Berombak, dengan suara bergetar.

BacaJuga

Pekan Budaya Medan 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Kesenian Lokal

Usung Konsep Nusantara, Oedoek Seroe Ramaikan Kuliner Kota Medan

Mengaspal di Medan, MG ZS Hybrid+ Dijual Mulai Rp315 Juta

Mendengar jeritan hati warganya, Rico Waas tampak menyimak dengan saksama. Dirinya tidak menampik bahwa cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu telah memicu bencana banjir di 19 kecamatan se-Kota Medan.

Menurut Rico Waas yang hadir bersama Anggota DPRD Medan Robi Barus dan Muslim Harahap, akar masalah ini tidak lepas dari alih fungsi lahan serta kondisi tiga sungai besar—Sungai Deli, Belawan, dan Percut—yang sudah sangat lama tidak dinormalisasi.

“Meski pengelolaan sungai tersebut berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II (Kementerian PUPR), Saya tegaskan bahwa Pemko Medan tidak akan tinggal diam dan terus mendesak serta bersinergi dengan pusat demi menuntaskan normalisasi sungai tersebut,” jelas Rico Waas.

Disampaikan Rico Waas sembari mengupayakan dorongan ke pemerintah pusat untuk pembenahan sungai, Pemko Medan fokus mengoptimalkan apa yang menjadi wewenang mereka, yakni perbaikan drainase kota dan pembuatan kolam retensi dengan dukungan World Bank.

Namun, Rico juga menyoroti kendala tak kasat mata di lapangan, seperti struktur crossing drainase di bawah jalan raya yang pecah, serta perilaku buruk membuang sampah sembarangan. Pasukan Dinas SDABMBK bahkan kerap menemukan benda-benda tak lazim di dalam saluran air seperti sampah ekstrem mulai dari tumpukan sampah plastik setinggi dada, ban, bantal, guling, hingga kasur. Bahkan di sungai ditemukan Kulkas dan sofa utuh yang sengaja dibuang oleh oknum warga.

“Saya mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Pemko tidak sia-sia,” imbau Rico Waas.

Aksi tanggap cepat Rico Waas kembali dilakukan saat Ebet, warga Lingkungan 8 Silalas, menyampaikan keluhannya. Ebet mengeluhkan birokrasi yang lamban terkait fasilitas publik di lingkungannya.

“Ada 7 lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di tempat kami karena kabel putus akibat hujan. Di belakang Gang Rela juga padam. Kami sudah lapor bolak-balik, dibalas iya, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ujar Ebet, yang juga meminta bantuan prasarana olahraga untuk anak-anak di lingkungannya.

Tanpa menunda waktu, Wali Kota Medan langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya di lokasi acara.

“Untuk Dinas Perhubungan (Dishub), hari ini juga langsung turun ke lokasi. Beresi semua LPJU yang mati dan perbaiki kabel-kabel yang putus. Jangan ditunda lagi,” tegas Rico disambut tepuk tangan riuh warga.

Terkait lapangan olahraga, Rico menjelaskan bahwa status lahan tersebut bukan milik Pemko Medan. Namun, ia memastikan Pemko akan mencari jalan keluar terbaik. “Untuk baju bola anak-anak, Pemko bisa bantu. Mengenai gawang, akan kami cek dahulu regulasinya. Kalau diperbolehkan dipasang di lahan non-Pemko, akan kami usahakan,” tambahnya.

Keluhan juga datang dari Kolonel Purnawirawan Hermansyah. Rumahnya yang berbatasan langsung dengan sungai kini terancam ambrol akibat erosi air yang kian mengikis daratan. Selain ancaman longsor, ia juga mengeluhkan jalanan berlubang dan bahaya kabel listrik yang menjuntai rendah di sekitar lapangan olahraga. “Kalau tersentuh orang, bisa langsung meninggal, Pak. Ini sangat berbahaya,” tutur Hermansyah.

Merespons ancaman keselamatan tersebut, Rico Waas mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera bergerak ke lapangan.

“Dinas SDABMBK sudah saya minta cek. Lokasi itu memang butuh perbaikan segera karena bisa ambrol kapan saja. Mengenai jalan rusak yang merupakan jalan inspeksi wilayah BWS, Pemko Medan akan segera menyurati pihak balai secara resmi agar secepatnya dibenahi,” kata Rico Waas.

Melalui program Sapa Warga ini, Rico Waas membuktikan bahwa memimpin Medan bukan sekadar duduk di belakang meja, melainkan hadir langsung menjemput bola, mendengarkan trauma warga, dan menghadirkan solusi nyata tanpa sekat birokrasi. Sebelum Sapa Warga, Rico Waas meninjau kegiatan gotong royong massal yang dilakukan jajaran Kecamatan Medan Barat. (ANG)

Next Post
Gelaran Open Turnament Pencak Silat IPSI Kota Medan tahun 2026, di GOR Kebun Bunga.

Turnamen Pencak Silat IPSI Kota Medan Tahun 2026 Diikuti 674 Atlet

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Marvel Television mengumumkan serial live-action bergenre thriller "Zodiac".

Marvel Resmi Umumkan Serial Live-Action “Zodiac”, Tayang 2028

Minggu, 11 Oktober 2026
Marco Bezzecchi memenangi balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Bezzecchi Juara di Mandalika, Martin Rebut Posisi Puncak

Minggu, 11 Oktober 2026
Ilustrasi aktivitas industri.

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Usul Kawasan Industri Masuk PSN

Minggu, 11 Oktober 2026
Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba