ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

BY El Simamora
Selasa, 3 Maret 2026
in Ekonomi
Ilustrasi Kakao.

Ilustrasi Kakao. (Reuters)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Sektor industri pengolahan kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak perekonomian nasional dengan kinerja yang terus menunjukkan penguatan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan tahun 2025 telah mencapai 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11%.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari kontribusi industri agro yang konsisten menjadi penopang utama industri pengolahan nonmigas.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Per Desember 2025 industri agro mencatatkan kontribusi sebesar 52,09% terhadap PDB industri pengolahan non migas. Capaian ini menunjukkan peran penting sektor industri agro dalam memperkuat struktur industri nasional,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Menperin menegaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri agro, termasuk penguatan industri pengolahan kakao nasional. Kemenperin bersama dengan Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu tumpuan industri pengolahan kakao (grinding) di kawasan Asia dan Global.

“Sejak tahun 2025 ketersediaan bahan baku biji kakao dalam negeri menunjukkan tren peningkatan sehingga memacu kami untuk memperkuat kapasitas grinding dalam negeri,” kata Menperin.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa pada tahun 2024 terjadi disrupsi pasokan biji kakao secara global, khususnya dari Afrika Barat. Hal ini berdampak signifikan terhadap penurunan aktifitas grinding di berbagai negara pengolah kakao.

Memasuki tahun 2025, pasokan biji kakao dalam negeri mulai meningkat dan mampu menopang industri pengolahan kakao nasional sebesar 4.43% dengan volume grind 422.176 ton. Industri ini juga berkontribusi terhadap devisa negara sebesar US$3,42 miliar.

“Prestasi ini menempatkan Indonesia sebagai produsen kakao olahan keempat terbesar di dunia. Saat ini, Indonesia telah menyuplai 8,46% kebutuhan kakao olahan global, meliputi cocoa butter, cocoa liquor, cocoa cake, dan cocoa powder,” jelas Putu.

Menurutnya, posisi tersebut mempertegas peran strategis Indonesia dalam rantai pasok dunia untuk menangkap peluang ketika permintaan global kembali meningkat pada periode mendatang.

Menjawab tantangan keterbatasan bahan baku, pemerintah secara konsisten telah menerapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi biji kakao domestik, seperti integrasi komoditas kakao ke dalam Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Program BPDP akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia kakao dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan, revitalisasi kebun kakao, serta penguatan riset dan inovasi.

Sebagai bentuk komitmen penguatan hilirisasi, Kemenperin juga mengalokasikan anggaran restrukturisasi mesin dapat dimanfaatkan industri pengolahan kakao dan cokelat.

“Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat daya saing industri kakao dalam negeri di pasar global,” imbuh Putu.

Dari sisi kebijakan global, penundaan implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan pemberian tarif 0% dari Amerika Serikat terhadap produk kakao dan cokelat Indonesia dinilai memberikan ruang ekspansi yang lebih luas bagi Indonesia serta memberikan peluang ekspor produk kakao olahan nasional.

Salah satu wujud eksistensi Indonesia dalam ekosistem perkakaoan global adalah peran Indonesia yang akan menjadi tuan rumah The 9th Indonesia International Cocoa Conference (IICC) yang diselenggarakan pada 22-24 Juli 2026 di Yogyakarta dengan tema “The Rise of Indonesian Cocoa: The Pearl of Asia for the World.” Konferensi ini diharapkan menjadi forum strategis bagi pelaku industri, pemangku kepentingan, dan mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong transformasi industri kakao nasional.

“Kami optimistis bahwa sinergi kebijakan hulu–hilir, penguatan produktivitas bahan baku, serta modernisasi industri akan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri kakao Asia dan pemain utama dalam rantai pasok kakao dunia,” kata Putu. (ANG)

Next Post
Ilustrasi perdagangan saham.

BEI dan KSEI Terbitkan Informasi Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1%

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba