ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Tingkatkan Daya Saing Industri Batik, Kemenperin Perkuat Strategi Branding

BY El Simamora
Jumat, 3 Oktober 2025
in Ekonomi
Ilustrasi membatik.

Salah satu pekerja sedang membatik. (Shutterstock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan strategi branding dalam rangka meningkatkan daya saing industri batik nasional di tengah ketatnya persaingan global. Batik bukan hanya warisan budaya bangsa yang diakui dunia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk industri kreatif yang bernilai tambah tinggi.

“Karena itu, penguatan branding batik menjadi sangat penting agar batik Indonesia semakin dikenal, diminati, dan memiliki daya saing kuat, baik di pasar domestik maupun internasional,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Hal senada disampaikan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi, yang menegaskan bahwa batik bukan sekadar produk tekstil, melainkan manifestasi seni, filosofi, dan peradaban yang telah mengakar kuat dalam identitas bangsa Indonesia.

“Setiap helai kain batik adalah narasi visual yang mengisahkan sejarah, nilai-nilai luhur, dan kearifan lokal. Guratan canting dan tetesan malam adalah jejak peradaban yang kaya. Itulah sebabnya, pada Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda atau Intangible Cultural Heritage,” ungkapnya.

Andi menyampaikan, tantangan yang dihadapi industri batik saat ini tidaklah ringan. Batik harus mampu bersaing dengan produk tekstil dari negara lain serta menghadapi perubahan tren fashion global yang sangat dinamis.

“Pertanyaan penting yang harus kita jawab bersama adalah bagaimana memastikan batik tetap relevan, berdaya saing, dan dicintai bukan hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga oleh generasi mendatang, baik di dalam maupun luar negeri?,” ungkapnya.

Menurut Andi, untuk menjawab tantangan tersebut, strategi branding yang visioner menjadi mutlak diperlukan. “Branding yang kuat tidak hanya berlaku bagi batik, tetapi juga untuk seluruh ekosistem industri kerajinan nasional yang merupakan tulang punggung perekonomian rakyat,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, untuk industri batik sendiri, ekspornya sudah mencapai US$7,63 juta pada Triwulan I-2025. Ini berasal dari 214 sentra batik di 11 provinsi dari total 47 ribu unit usaha batik. “Data tersebut, lanjutnya, menegaskan bahwa setiap helai batik dan produk kerajinan yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian nasional,” imbuhnya.

Gelar SNIKB VII 2025

Sebagai upaya untuk memacu penguatan branding bagi pelaku IKM, BSKJI Kemenperin melalui unit kerjanya, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) VII 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Mengangkat tema “Strategi Branding Batik: Dari Warisan Budaya ke Komunitas Global”, SNIKB VII 2025 hadir sebagai respons terhadap tantangan globalisasi serta pentingnya memperkuat posisi batik, bukan hanya sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai produk unggulan yang berdaya saing di pasar internasional.

Kepala BBSPJIKB, Jonni Afrizon menjelaskan, pentingnya SNIKB sebagai forum berbagi pengetahuan sekaligus ajang kolaborasi lintas sektor. “SNIKB VII tahun 2025 ini kami harapkan menjadi ruang sinergi antara akademisi, peneliti, praktisi, industri, dan pemerintah. Melalui diskusi dan paparan ide-ide baru, kita dapat memperkuat ekosistem batik dan kerajinan agar tetap relevan dengan tren global,” tuturnya.

Seminar dilanjutkan dengan paparan dari 51 pemakalah yang terdiri atas akademisi, peneliti, serta pelaku industri kerajinan dan batik. Sesi ini diharapkan menyumbangkan beragam insight, hasil riset, dan gagasan inovatif untuk mendukung transformasi industri batik dan kerajinan nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2025, SNIKB VII mengukuhkan komitmen Kemenperin untuk mendorong industri batik dan kerajinan bertransformasi menjadi industri kreatif berdaya saing global. “Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antara industri, akademisi, peneliti, pemerintah, dan masyarakat semakin menguat untuk menjadikan batik dan kerajinan sebagai identitas nasional sekaligus produk unggulan yang mendunia,” pungkas Jonni. (ANG)

Next Post
Ilustrasi.

Wajib Mulai 1 Oktober, Deklarasi Kedatangan Penumpang di Aplikasi All Indonesia

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba