ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

8 Makanan Tertua di Indonesia, Sudah Coba Belum?

BY El Simamora
Kamis, 11 September 2025
in TRAVEL BUDAYA
Ilustrasi dendeng.

Ilustrasi dendeng. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner tradisional yang menjadi ciri khas masing-masing. Hidangan-hidangan ini bukan hanya lezat, tetapi juga menyimpan nilai filosofi serta sejarah panjang.

Menariknya, beberapa makanan khas Nusantara bahkan sudah ada sejak lebih dari seribu tahun lalu dan tercatat dalam berbagai prasasti kuno.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Mau tahu makanan apa saja yang termasuk paling tua di Indonesia? Berikut ulasannya.

Urap

Urap merupakan hidangan berupa sayuran rebus yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Sayuran yang biasa digunakan antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, dan kol. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kencur, terasi, dan cabai yang dihaluskan lalu dicampur dengan kelapa parut.

Hidangan ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Medang dan tercatat dalam Prasasti Linggasutan tahun 929 Masehi.

Dendeng

Dendeng dikenal luas sebagai makanan khas Minang, meski di Jawa pun terdapat variasinya. Terbuat dari irisan tipis daging sapi yang diawetkan dengan cara dikeringkan dan diberi bumbu, dendeng memiliki tekstur renyah sekaligus tahan lama.

Jejak keberadaannya sudah ada sejak abad ke-10 M, bahkan tertulis dalam Prasasti Taji tahun 901 Masehi.

Dodol

Dodol adalah makanan manis bertekstur kenyal yang populer dari Garut, Jawa Barat, meski banyak daerah lain juga memiliki versi masing-masing. Kuliner ini termasuk salah satu yang tertua karena sudah disebut dalam saduran Ramayana versi Jawa, salah satu karya sastra India yang pertama kali diadaptasi oleh masyarakat Jawa.

Lalapan

Lalapan biasanya hadir sebagai pelengkap makanan berupa sayuran segar seperti kemangi, selada, timun, tomat, atau terong. Ternyata, lalapan juga tergolong makanan kuno.

Catatan keberadaannya muncul dalam Prasasti Jeru-jeru tahun 930 Masehi pada masa Kerajaan Medang. Hingga kini, lalapan tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia, biasanya disajikan bersama nasi, lauk, sambal, dan kerupuk.

Nasi Jemblung

Nasi jemblung mungkin terdengar asing, tetapi hidangan ini memiliki sejarah panjang. Dalam bahasa Jawa, jemblung berarti melingkar dengan lubang di tengah. Lubang itu biasanya diisi lauk berupa telur rebus, semur daging, sambal terasi, lalapan tomat, serta kerupuk rambak.

Konon, makanan ini hanya disantap kalangan bangsawan, bahkan menjadi favorit Raja Pakubuwono X dari Keraton Surakarta.

Papeda

Papeda adalah makanan khas Papua, khususnya dari Suku Dani, yang sudah berusia ratusan tahun. Terbuat dari tepung sagu murni yang dicampur air mendidih, papeda memiliki tekstur lengket dan kenyal menyerupai lem.

Biasanya papeda disajikan bersama kuah ikan kuning. Cara menyantapnya pun unik, adonan diputar dengan sumpit hingga menggulung, lalu dituangkan ke piring sebelum disiram kuah.

Jadah dan Wajik

Dua makanan tradisional Jawa ini sudah dikenal sejak zaman Majapahit dan disebut dalam Kitab Nawa Ruci. Jadah dibuat dari ketan dan kelapa parut sehingga rasanya gurih, sedangkan wajik berbahan dasar beras ketan dan gula merah yang menghasilkan rasa manis legit.

Pecel

Pecel, hidangan berupa sayuran rebus yang disiram sambal kacang, ternyata sudah dikenal sejak abad ke-9. Catatannya ditemukan dalam Kakawin Ramayana.
Popularitasnya begitu besar, sehingga memunculkan berbagai varian, seperti pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel bledek, pecel tumpang, hingga pecel bunga turi.

Dari urap hingga pecel, makanan-makanan ini membuktikan bahwa kuliner Nusantara tidak hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang panjang. Tak heran jika hingga kini masih terus dicintai dan diwariskan lintas generasi. (ANG)

Next Post
Timnas Futsal Indonesia.

Timnas Futsal Indonesia Juara CFA 2025 Usai Tundukkan Denmark

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba