ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

68.000 Lansia di Jepang Diprediksi akan Hidup dan Meninggal Sendirian

BY El Simamora
Jumat, 17 Mei 2024
in Ragam
Orang sedang melihat sakura bermekaran di tepi Sungai Kanda, Tokyo, Jepang, 10 April 2024.

Orang sedang melihat sakura bermekaran di tepi Sungai Kanda, Tokyo, Jepang, 10 April 2024. (ANTARA/Xihua)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Sekitar 68.000 lansia di Jepang diprediksi akan hidup dan meninggal sendirian. Sejauh ini catatan kepolisian Jepang melaporkan ada 17.000 kasus lansia yang meninggal sendiri di periode Januari-April 2024.

Dikutip dari The Japan Times, menurut statistik pemerintah, persentase rumah tangga dengan satu orang mencapai 36% pada tahun 2020 dengan angka yang diperkirakan akan terus naik di masa depan. Persentase penduduk berusia 65 tahun ke atas adalah 28,6% pada tahun 2020 dan diperkirakan akan terus meningkat.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

Lebih lanjut, menurut Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial, jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun yang hidup sendirian diperkirakan meningkat dari 7,38 juta pada tahun 2020 menjadi 8,87 juta pada tahun 2030, dan menjadi 10,84 juta pada tahun 2050.

Jumlah orang yang meninggal sendirian tanpa diketahui oleh siapa pun atau karena mengabaikan diri sendiri juga dikhawatirkan akan meningkat, meskipun masalah ini bukanlah hal baru di Jepang.

‘Kodokushi’, yang berarti “kematian kesepian” atau “kematian sendirian” dalam bahasa Jepang, mengacu pada fenomena di mana individu meninggal sendirian dan kematiannya tidak diketahui dalam jangka waktu lama. Masalah ini sangat umum terjadi di Jepang, negara yang bergulat dengan populasi penuaan yang cepat dan perubahan struktur sosial.

Masataka Nakagawa, peneliti senior di Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial yang dikelola pemerintah, mengatakan ada beberapa alasan utama tingginya jumlah kodokushi, atau kematian karena kesepian, di Jepang.

“Ada perubahan besar dalam tatanan kehidupan di keluarga Jepang,” katanya kepada This Week in Asia.

“Dulu kami memiliki beberapa generasi keluarga yang tinggal bersama, namun hal ini tidak lagi terjadi karena anak-anak cenderung menjauh dari orang tuanya karena alasan pekerjaan.”

Selain itu, angka pernikahan telah menurun selama beberapa tahun. Lainnya adalah rata-rata harapan hidup yang lebih panjang, yang menyebabkan setengah dari pasangan lanjut usia, biasanya perempuan, hidup sendirian.

Nakagawa mengatakan bahwa lingkungan sekitar dan komunitas lokal biasanya saling melengkapi dengan keluarga untuk memberikan dukungan bagi para lansia, namun banyaknya “kematian karena kesepian” menunjukkan bahwa jaringan dukungan dan sistem jaminan sosial tidak memadai.

Menurut The Asahi Shibun, pada tanggal 1 April, Jepang memberlakukan undang-undang yang bertujuan untuk memerangi kesepian dan isolasi, yang dilaporkan mempengaruhi sekitar 39% populasi. Undang-undang ini membingkai kesepian dan isolasi sebagai masalah sosial, dan mewajibkan pemerintah daerah untuk membentuk dewan regional dengan kelompok dukungan bagi individu yang mengalami kesepian. (dtc)

Next Post
Store SKINFOOD di Sun Plaza Medan.

Wortel Punya Sederet Manfaat Bikin Kulit Glowing, Bisa Ditemukan di SKINFOOD

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba