ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

4 Upacara Adat Batak dan Maknanya

BY El Simamora
Selasa, 26 Maret 2024
in TRAVEL BUDAYA
Salah satu adat batak yakni mangulosi pada upacara Mangadati.

Salah satu adat batak yakni mangulosi pada upacara Mangadati. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Medan – Di Indonesia, etnis batak merupakan salah satu etnis dengan banyaknya budaya, sejarah serta adat istiadat yang masih sangat melekat pada masyarakatnya.

Salah satu tradisi yang kerap kali diidentikkan dengan etnis batak adalah upacara adat. Sebagai salah satu etnis dengan beragam istiadat, etnis batak tentu memiliki banyak ragam upacara yang hingga kini masih kerap kali diselenggarakan.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Berikut upacara adat masyarakat etnis batak ini yang jarang diketahui masyarakat pada umumnya.

Yuk, simak ulasannya yang dikumpulkan dari berbagai sumber berikut ini.

1. Manulangi Natuatua

Dilansir dari sumut.idntimes.com, Manulangi memiliki makna menyulang atau menyuap, sedangkan Natuatua berarti orang tua.

Manulangi Natuatua sendiri merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Batak Toba, di mana anak-anak datang ke rumah orang tua mereka untuk memberi makan orang tua mereka dan dilakukan secara berurutan, yakni mulai dari anak-anak tertua sampai cucu termuda.

Pesta ini hanya dapat dilakukan apabila orangtua tersebut telah memiliki cucu, atau dapat juga dilakukan oleh orangtua yang sudah memasuki masa krisis (mendekati kematian).

Uniknya pesta ini seringkali diikuti dengan prosesi pembagian harta warisan. Prosesi ini biasanya dilakukan secara paruma tano, paruma gogo. Paruma tano, paruma gogo memiliki makna bahwa harta warisan yang telah dibagi akan masih menjadi milik orangtua semasa hidup.

2. Mangokal Holi

Mangokal Holi artinya menggali kubur, merupakan salah satu tradisi yang dianggap sakral bagi kehidupan masyarakat Batak Toba. Ritual Mangokal Holi bertujuan untuk mencapai hagabean, hasangapan, dan hamoraon (usia panjang, kehormatan, dan kekayaan). Meski zaman telah berubah, tradisi ini tetap dipertahankan hingga saat ini.

Keunikan dalam pelaksanaan pesta adat ini adalah marga yang menggelar Mangokal Holi harus menjamu seluruh keluarga besar dan tetangga kampung yang ada. Bahkan dalam pelaksanaan upacara ini biasanya dihidangkan daging kerbau. Sehingga dapat dikatakan pesta adat ini dapat mempererat tali kekerabatan.

3. Mangadati

Mangadati adalah pelaksanaan perkawinan adat (marunjuk) ”menerima-membayar” yang telah menerima pemberkatan nikah sebelumnya, di mana kedua belah pihak orang tua sepakat, adatnya dilaksanakan kemudian hari atau kawin lari (mangalua) di mana acara ini dilaksanakan pihak pengantin laki-laki (paranak).

Uniknya dari pesta ini yaitu pesta mangadati dilakukan untuk membayar hutang adat. Hutang adat ini terjadi apabila seseorang melakukan pernikahan catatan sipil, tetapi belum melakukan pernikahan adat.

Dalam batak, upacara pernikahan adat bersifat wajib. Itu sebabnya apabila belum melakukan upacara adat, harus tetap dilakukan dikemudian hari sehingga akan dihitung sebagai hutang adat.

4. Upacara Kematian

Bagi masyarakat Batak, orang mati perlu diperlakukan dengan khusus, di mana kematian orang Batak dilakukan dengan pesta dan suka cita.

Terdapat banyak jenis upacara kematian berdasarkan orang Batak Toba yaitu: tilahaon (upacara kematian anak), mate ponggol (meninggal sebelum menikah), mate diparalangngalangan (meninggal sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak), mate mangkar, matipul ulu, dan mantompas tataring (meninggal dengan meninggalkan anak keturunan yang masih kecil), mate hatungganeon (meninggal belum memiliki cucu), mate sari matua (meninggal belum memiliki cucu), mate saur matua (meninggal sudah mempunyai anak cucu) dan saur matua bulung (meninggal sudah memiliki cicit dari anak laki laki dan anak perempuan).

Upacara ini sangat unik karena etnis batak memiliki upacara tersendiri berkaitan dengan kematian orang terdekat. Namun tidak hanya itu keunikan dalam upacara ini, sebab dalam upacara ini terdapat sebuah benda yang wajib untuk disiapkan yaitu, sijagaron.

Dilansir dari liputan6.com, sijagaron merupakan tanaman yang dirangkai dengan beberapa benda lain yang digunakan dalam upacara pemakaman. Sijagaron diletakkan di samping bagian atas peti mati orang meninggal. (GNFI)

Next Post
Rapat koordinasi Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Kota Medan.

Jelang Lebaran, Keamanan dan Mutu Pangan di Medan akan Diawasi

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba