ODEBA.id, Jakarta – Perjalanan 105 peserta terpilih Garuda Academy Year II resmi dimulai. Program pengembangan sumber daya manusia yang diinisiasi PSSI bersama FIFA tersebut mengawali rangkaian pembelajarannya melalui Online Kick Off Meeting pada Rabu 15 Juli 2026 pukul 19.00 WIB sebagai penanda dimulainya fase CORE 1.0, tahap pertama dalam membangun fondasi manajemen sepak bola profesional di Indonesia.
Setelah sesi pembukaan, peserta akan memasuki pembelajaran daring melalui platform FIFA Campus mulai 16 Juli 2026. Melalui modul dan video interaktif, peserta akan mempelajari berbagai materi dasar yang menjadi bekal sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka.
Rangkaian CORE 1.0 kemudian berlanjut melalui sesi offline class yang digelar di Le Méridien Hotel, Jakarta. Kegiatan tersebut dibagi ke dalam tiga batch, yakni pada 23-24 Juli, 28-29 Juli, serta 30-31 Juli 2026.
Selama sesi luring, peserta akan mengikuti kelas interaktif, diskusi kelompok, presentasi, pembahasan studi kasus, hingga examination yang dirancang untuk menghubungkan konsep dengan praktik di industri sepak bola.
Pada fase pertama ini, peserta akan mempelajari lima materi utama, yaitu The World of Football, Safeguarding in Football, Commercialization in Football, Event Management, dan Brand Development. Seluruh materi disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tata kelola sepak bola modern, mulai dari aspek operasional, pengembangan bisnis, hingga perlindungan seluruh insan sepak bola.
Tingginya minat terhadap Garuda Academy Year II juga tercermin dari profil para peserta. Sebanyak 70 persen peserta berasal dari primary sectors, yaitu para profesional yang berkarier di luar industri olahraga. Keberagaman latar belakang tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia.
Selain itu, jumlah pendaftar dari jenjang pascasarjana meningkat 73 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Garuda Academy juga diikuti oleh peserta dari jenjang doktoral, yang diharapkan dapat menjembatani riset akademik dengan kebutuhan nyata di industri sepak bola nasional.
Antusiasme peserta pun mulai terasa menjelang dimulainya pembelajaran. Salah satu peserta Garuda Academy Year II, Andrew Prawira, mengaku tidak sabar untuk mengikuti seluruh rangkaian program yang telah disiapkan.
“Saya sangat antusias karena ini menjadi pengalaman pertama saya mengikuti program pembelajaran manajemen olahraga. Saya berharap bisa mendapatkan banyak ilmu, wawasan, dan pengalaman baru selama mengikuti Garuda Academy Year II. Semoga saya dapat menjalani setiap learning journey dengan baik, dan ilmu yang diperoleh nantinya bisa saya manfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan industri sepak bola Indonesia,” ujar Andrew.
Garuda Academy Year II merupakan kelanjutan dari program yang dikembangkan oleh PSSI bersama FIFA sebagai bagian dari upaya membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat di balik perkembangan sepak bola Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, mulai dari pengelola klub, asosiasi, penyelenggara pertandingan, praktisi media, hingga berbagai profesi lain yang berperan dalam ekosistem sepak bola.
Melalui perpaduan pembelajaran digital di FIFA Campus dan sesi tatap muka berbasis studi kasus, Garuda Academy tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan analitis, kepemimpinan, serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri sepak bola modern.
Berikut daftar 105 peserta Garuda Academy Year II CORE 1.0:
Ade Syukri
Aditya Wahyu Pratama
Adreal Namira Aprilia
Adwin Pratama Anas
Agung Hasbul Wathan
Agus Wahyudi
Ahmad Adi Pranoto
Akhmad Fandhia Roesyidi
Akira Aula Afif
Al Hakan Jazuli
Ali Yasfi
Amron Dhufail Khaidar S
Anandersah Jeremia Oktoberiarmy
Anastasya Jesslyn Hartono Salim
Andrew Prawira
Arjuna Sirait
Aulia Taqiaturrahmah
Benediktus Agya Pradipta
Bintang Putra Pradana
Chitra Tri Lestari
Daniendra Aditya Prabudiyo Hoetomo
Dea Salsabila Defri
Deky Rechy Ronsumbre
Dhanielle Daphne
Dikdik Najmu Ramadan
Dimas Eka Hanandrianto
Dimas Imandaru Juang
Diyon Iskandar Setiawan
Dwika Rahman Sasmita Putra
Dzulfiqar Galih Devara Armanda
Edo Nugraha Saragih
Eduardus Robert Arminanto
Elza Ahmad Raihan
Enrico Shirvariandya
Erdin Ramadhani Almatu
Ezra Christian Pattipeiluhu
Fachrul Sidiq
Farha Tsamira Zahra
Fatkhurohman
Fiki Nurrohman Amin Sahara
Fitriani Albertini
Gemerlap Bintang Langit
Haekal Ilham Badrudin
Haidar Al Fardan Firmansyah
Hanif Alana Abigail
Hanif Maulana Abdullah
Hanif Nur Candra
Herry Rachmadsyah
Hutomo Setyo Nugroho
I Putu Trisna Widi Pratama
Iker Evangelista Welly
Ilena Pramesita Arifin
Ilham Ahmad Ismail
Indah Apriana
Iqbal Rocki Ulhaq
Irvan Abdillah
Jessen Chrisyla
Juan Tirta Abditama
Kainalu Malik Santoso
Kelvin Fikri Auliya Abdillah
Kemal Arishy Salim
Lingga Saputra
Lintang Tumurun Enjang
M. Aqshal Edria
M. Devin Ikhsaan Nabil
M. Ilham Adhitya
Moh Imam Rosyidi
Mohammad Ghaffariy Al Fairadj
Moza Adidharma
Muhamad Ali Akbar
Muhamad Dony Rahman
Muhammad Ariq Hawari
Muhammad Evan Prathama Nusantoro
Muhammad Farhan Qolba Maila
Muhammad Uchida Sudirman
Mujahidah Umniyyatul Ummah R
Nicolas Parlindungan Tamba
Nikko Putro Trisnantoro
Osman Nur Chaidir
Prabu Riansyah Sugara
Rafi Rizqullah Arifin
Raga Hariawan
Rahman Satya
Ramadhio Naufal Kahfi Sembada Putra
Rayhan Aria Pratama
Reza Katamsi
Richo Darma Agi
Rifky Efendi Yahya
Risha Intan Rachmawati Syachrudin
Riska Saputra
Rizki Nugraha H Penna
Sandra Devina Putri R.
Selina Ginting
Septian Maulana
Septian Yulianda
Shofie Ashyfa Natasya Shalsabila
Syahrian Abimanyu
Syahrir Nawir Nur
Syahrul Septian Zein
Tya Susan Pujinisa
Widyan Hindami Fakhrana
William Tanudjaja
Wiwied Kurnia
Yasqi Harashta
Yusak Hb Shinarta






