ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

Astronom Temukan Planet Es Mirip Bumi, Layak Huni dan Berjarak 48 Tahun Cahaya

BY El Simamora
Minggu, 14 Juli 2024
in Ragam
Ilustrasi planet bumi.

Ilustrasi planet bumi. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Eksplorasi astronom untuk mencari tanda-tanda adanya air di planet luar Bumi terus dilakukan. Terbaru, astronom mengungkapkan telah menemukan planet es yang berpotensi memunculkan kehidupan. Apakah dekat dengan Bumi?

Planet es yang ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb ini dinamai LHS 1140 b. Tim peneliti baru saja mengumumkan bahwa planet di luar tata surya tersebut mungkin memiliki lautan air beriklim sedang yang berukuran sekitar setengah Atlantik.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

“Dari semua exoplanet beriklim sedang yang diketahui saat ini, LHS 1140 b bisa menjadi pilihan terbaik kita untuk suatu hari nanti secara tidak langsung mengkonfirmasi adanya air cair di permukaan dunia asing di luar tata surya kita,” kata Charles Cadieux, penulis utama makalah tentang penemuan tersebut dan mahasiswa doktoral di Université de Montréal, dikutip dari Space.

Layak Huni dan Berjarak 48 Tahun Cahaya dari Bumi

Planet LHS 1140 b ini mirip dengan ukuran Bumi, hanya saja lebih lebar kira-kira 1,73 kali. Massa planet ini 5,6 kali dari Bumi. Sementara perhitungan satu tahun bagi planet ini, hanya kurang dari 25 hari Bumi.

Mengutip Live Science, planet yang berjarak sekitar 48-50 tahun cahaya dari Bumi ini terkunci secara pasang surut dengan bintang induknya. Artinya, planet ini berotasi pada kecepatan yang sama ketika mengorbit bintangnya, menjaga matanya yang meleleh sejauh 4.000 km tetap fokus pada api kosmik.

Salah satu alasan planet ini dianggap layak huni adalah suhu dan lokasinya. Planet LHS-1140b merupakan bintang katai merah yang dingin.

Sisi ‘iris’ planet ini dapat mencapai suhu 20 derajat Celcius di permukaannya, yang mana cukup hangat untuk membuat kolam yang dapat dihuni kehidupan laut di planet beku tersebut.

Selain itu, jarak planet LHS-1140b yang pendek menempatkan planet ini tepat di tengah ‘zona Goldilocks’, yaitu jarak yang sempurna dari bintangnya untuk mendapat air cair. Maka dari itu planet LHS-1140b dikatakan memiliki potensi layak huni.

“Ini pertama kalinya kami melihat petunjuk atmosfer di zona layak huni, planet ekstrasurya berbatu atau kaya es,” Ryan MacDonald, anggota Sagan NASA di Departemen Astronomi Universitas Michigan, yang membantu analisis LHS 1140 b.

Potensi Munculnya Tanda-tanda Kehidupan

Planet LHS-1140b ini awalnya dianggap sebagai versi kecil Neptunus yang berputar dengan campuran padat air, metana, dan amonia.

Namun, jurnal penelitian The Astrophysical Journal Letters, mengungkapkan bahwa kondisi planet ini lebih dingin dan basah daripada yang diperkirakan oleh para ilmuwan. Artinya, planet ini berpotensi memiliki kehidupan.

“Dapat dideteksi atmosfer mirip Bumi di planet temuan itu hingga batas maksimal Webb, tetapi kita butuh lebih banyak waktu pengamatan,” kata René Doyon, salah satu penulis penelitian dan fisikawan University of Montreal.

Selain tanda-tanda air cair, para peneliti telah menemukan tanda-tanda bahan utama dalam atmosfer Bumi, yaitu nitrogen, melalui pengamatan panjang gelombang cahaya yang diserap planet.

Perhitungan terpisah para peneliti turut mengungkapkan bahwa planet tersebut tidak cukup padat untuk terbuat dari batu.

Hasil-hasil pengamatan ini terlihat mengesampingkan kemungkinan adanya dunia berbatu atau dunia mini-Neptunus dan mendukung dunia yang terselimuti lautan es.

Setelah ditemukannya nitrogen, penelitian ini memerlukan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi. Setidaknya membutuhkan waktu satu tahun pengamatan agar dapat memastikan bahwa LHS 1140 b memiliki atmosfer.

“Juga kemungkinan membutuhkan dua atau tiga tahun lagi untuk mendeteksi karbon dioksida,” tutup Doyon. (dtc)

Next Post
Ilustrasi bulu tangkis.

Jelang Olimpiade, Tim Bulu Tangkis Indonesia Memulai Latihan di Chambly

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba