ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Sampah Makanan Orang RI Hampir 50 Juta Ton, Kerugian Ratusan Triliun

BY El Simamora
Minggu, 7 Juli 2024
in Nasional
Ilustrasi sisa makanan.

Ilustrasi sisa makanan. (Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan betapa besarnya pemborosan makanan di Indonesia. Makanan yang berlebih akhirnya tidak dimakan dan berujung menjadi sampah.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, mengatakan, angka food loss and waste Indonesia selama 2000-2019 hampir 50 juta ton sampah makanan, dan menyebabkan kerugian ekonomi ratusan triliun rupiah.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Angka food loss and waste Indonesia antara tahun 2000-2019 itu mencapai 23-48 juta ton dan menyebabkan kerugian ekonomi kurang lebih Rp 551 triliun atau setara dengan 4-5% PDB Indonesia,” kata Nyoto, dalam acara Green Economy Expo di Jakarta Convention Center, Jumat (5/7/2024).

Banyaknya sampah makanan terjadi saat masyarakat Indonesia sendiri masih ada yang kekurangan pangan. Menurut laporan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2023, terdapat 68 kabupaten/kota yang rentan alami rawan pangan.

Dengan jumlah makanan yang terbuang dan menjadi sampah itu, menurut Nyoto, bisa memberikan makan hingga ke 125 juta orang atau 47% dari masyarakat Indonesia. “Dengan nominal sebesar itu, kita sebenarnya mampu memberikan makan sekitar 61-125 juta orang atau 29-47% dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Oleh karena itu, Bapanas telah menggelar gerakan Selamatkan Pangan dengan membuat platform dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan penyedia makanan, food hub, serta penerima manfaat. Kemudian difasilitasi kendaraan logistik pangan untuk mendistribusikan makanan berlebih dari pendonor ke penerima.

Dari Desember 2022 sampai Juli 2024, pendistribusian pangan berlebih dari pendonor ke penerima manfaat khusus di Jabodetabek telah mencapai 65 ton. Tantangan ke depan adalah meningkatkan volume dan replikasi di daerah lain agar dapat memperluas jangkauan program ini.

Bapanas juga mendorong gerakan nasional yang disebut ‘Stop Boros Pangan dan Belanja Bijak’ untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang food loss and waste. Pasalnya kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Gerakan ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran sosial melalui promosi, sosialisasi dan iklan bagi masyarakat terkait pencegahan dan pengurangan limbah makanan di Indonesia,” tutur Nyoto. (dtf)

Next Post
Pemakaman di Baqi, Madinah.

Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci 394 Orang

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba