ODEBA.id, Jakarta – Komite Disiplin (Komdis) PSSI merilis hasil keputusan sidang pelanggaran disiplin yang berlangsung pada 1, 7, dan 8 Oktober 2026. Sejumlah pemain, klub, panitia pelaksana (panpel), hingga ofisial dijatuhi sanksi larangan bermain, denda uang tunai, hingga larangan mendampingi tim akibat pelbagai pelanggaran di ajang Pegadaian Championship dan Elite Pro Academy (EPA) 2026/2027.
Sanksi paling berat secara akumulatif dijatuhkan kepada klub dan Panpel Persiraja Banda Aceh saat menjamu Sumsel United pada 2 Oktober 2026. Laskar Rencong harus menanggung akumulasi denda sebesar Rp95 juta imbas serangkaian pelanggaran, mulai dari yel-yel provokatif suporter (Rp15 juta), pembakaran spanduk di Tribun Utara (Rp30 juta), masuknya lima suporter ke lapangan seusai laga (Rp30 juta), serta kelalaian panpel yang tidak menyediakan pengawalan kepulangan bagi perangkat pertandingan (Rp20 juta).
Tak hanya klub, pemain Persiraja, Faris Adit Saputra juga dijatuhi skorsing tambahan dua pertandingan dan denda Rp5 juta akibat menginjak pemain lawan.
Pelanggaran Pemain dan Panpel di Pegadaian Championship
Sanksi akibat tindak kekerasan di lapangan juga menjerat sejumlah pemain lain. Pemain Adhyaksa FC Bekasi, Rundell Renold Winchester, serta pemain PSMS Medan, Asyraq Gufran Rachmadan, masing-masing diganjar hukuman larangan bermain dua laga dan denda Rp5 juta akibat aksi kasar dalam laga yang mempertemukan kedua tim pada 27 September 2026. Hukuman serupa juga dijatuhkan kepada pemain Persipura Jayapura Lazarus Anthonius Wilem Christian Sinim serta pemain Persikad Ade Suryana.
Sementara itu, Panpel Persiku Kudus dijatuhi sanksi denda Rp40 juta dan diwajibkan mengganti kerugian materil kepada tim PSIS Semarang akibat gagal menyelenggarakan pertandingan sesuai jadwal pada 27 September 2026. Adapun PSMS Medan turut dijatuhi denda Rp15 juta imbas ulah suporter di Tribun Selatan yang meneriakkan yel-yel provokatif.
Tindakan Indisipliner di Elite Pro Academy (EPA)
Pada ajang kompetisi usia muda (EPA ONE 2026/2027), perhatian Komdis PSSI tertuju pada aksi indisipliner berulang oleh ofisial Java United, Achmad Resal Octavian. Resal tercatat tiga kali melanggar hukuman larangan memasuki stadion dalam kategori umur U-16, U-18, dan U-20 pada laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC. Atas pelanggaran berturut-turut tersebut, ia diganjar teguran keras serta total denda mencapai Rp37,5 juta.
Sanksi tegas lainnya dijatuhkan kepada pelatih Garuda United U-18, Furqon, yang terbukti melakukan tindakan tidak sportif dengan menarik dan mendorong wasit cadangan saat berhadapan dengan Borneo FC U-18. Furqon dilarang mendampingi timnya selama empat pertandingan dan didenda Rp12,5 juta.
Selain itu, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman denda kepada Persebaya Surabaya U-18 (Rp15 juta) dan Persebaya Surabaya U-20 (Rp12,5 juta) akibat akumulasi kartu kuning dalam satu pertandingan, serta sanksi skorsing satu laga dan denda Rp10 juta kepada pemain PSM Makassar U-18, Michelangelo Emmanuel Jones Kaudis, yang dengan sengaja menghalangi peluang gol lawan menggunakan tangan di luar kotak penalti. (ANG)






