ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Pelestarian Ulos Tak Boleh Berhenti Hanya di Kain, Harus Mampu Hidupi Penenun

BY El Simamora
Selasa, 13 Oktober 2026
in TRAVEL BUDAYA
Ilustrasi ulos.

Ilustrasi ulos. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Upaya pelestarian kain tradisional ulos tidak boleh sekadar berhenti pada menjaga keberadaannya, melainkan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para perajin dan penenunnya, terutama kaum perempuan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, saat membuka Pameran Tenun Ulos di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

“Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya,” ujar Sarmuji.

BacaJuga

Mau Liburan ke Raja Ampat? Catat 7 Aktivitas Seru Ini Sebelum Berangkat!

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Ia menilai kaum perempuan memegang peran sentral dalam menjaga tradisi menenun. Selain melestarikan budaya, aktivitas menenun terbukti menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah. “Ulos bukan sekadar kain atau produk budaya, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, tradisi, dan penghidupan masyarakat Batak. Di setiap lembar ulos tersimpan ketekunan, keterampilan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun,” kata Sarmuji.

Pameran bertema “Menenun Harapan, Merajut Kemandirian” ini berlangsung pada 13-15 Oktober 2026 atas kerja sama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Forum Konferensi Perempuan Huria Kristen Batak Protestan (FKP-HKBP). Sebanyak 50 industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM unggulan menghadirkan beragam produk, mulai dari kain ulos, busana siap pakai (ready-to-wear), tas kulit, aksesori, hingga kuliner khas Batak.

Diversifikasi dan Potensi Pasar Ulos

Saat ini, ulos telah bertransformasi menjadi pelbagai produk fesyen, dekorasi interior, hingga cenderamata. Perkembangan ini menunjukkan ulos makin diterima masyarakat luas, tidak hanya oleh komunitas masyarakat Batak, tetapi juga pasar nasional dan internasional.

Potensi itu tercermin dari kinerja ekspor tenun ikat Indonesia. Data Kemenperin mencatat nilai ekspor tenun ikat pada Semester I-2026 mencapai US$34.000, melonjak 150% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (US$13.600). Adapun sepanjang 2025, total nilai ekspor tenun ikat tercatat sebesar US$88.000.

Dari sisi basis produksi, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat terdapat 43 sentra tenun ulos di Sumatera Utara, meliputi wilayah Tapanuli Utara, Toba, Samosir, dan Simalungun. Potensi ini dinilai menjadi modal kuat bagi IKM tenun ulos untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Tantangan Regenerasi dan Perlindungan Geografis

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengakui bahwa industri tenun tradisional masih melintasi sejumlah tantangan fundamental, seperti keberlanjutan keterampilan menenun, regenerasi perajin, inovasi desain, dan peningkatan mutu produk.

“Kemenperin berkomitmen penuh memperkuat ekosistem industri ulos melalui penguatan SDM dan kewirausahaan lewat pelatihan, seminar web (webinar), bincang-bincang (talkshow), serta penumbuhan wirausaha baru IKM,” terang Reni.

Sebagai langkah perlindungan atas kekhasan daerah, pemerintah juga telah memfasilitasi pendaftaran sertifikat Indikasi Geografis (IG). Salah satu produk yang telah bersertifikat IG adalah Tenun Ulos Ragidup Silindung dari Kabupaten Tapanuli Utara.

“Penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tenun ulos, memperluas akses pasar bagi IKM, sekaligus memperkuat daya saing ulos sebagai mahakarya kebanggaan bangsa,” kata Reni. (ANG)

Next Post
Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta Usulkan RAPBD 2027 Rp82,89 Triliun ke DPRD

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Timnas Indonesia.

Indonesia Naik ke Peringkat 116 Ranking FIFA, Geser Kazakhstan

Selasa, 13 Oktober 2026
Komite Disiplin PSSI.

Komdis PSSI Hukum Persiraja Banda Aceh dan Panpel, Pelatih Garuda U-18 Diskors

Selasa, 13 Oktober 2026
Pramono Anung pada Kongres I AFEBSI di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Adopsi LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri Bagi 75 Mahasiswa di 2027

Selasa, 13 Oktober 2026
Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta Usulkan RAPBD 2027 Rp82,89 Triliun ke DPRD

Selasa, 13 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba