ODEBA.id, Medan – Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah di Pulau Sumatra memperkuat kolaborasi regional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui gelaran Sumatra Investment Day (SID) 2026. Forum investasi ini digelar untuk mempromosikan potensi hilirisasi industri dan pariwisata unggulan di 10 provinsi se-Sumatra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara (KPw BI Sumut), Ameriza M. Moesa, mengatakan, keikutsertaan BI dalam ajang ini didukung oleh solidnya stabilitas makroekonomi kawasan Sumatra yang terjaga positif.
“Pada triwulan I-2026, ekonomi Sumatra tumbuh 5,13% dan kami meyakini hingga akhir tahun tetap terjaga di atas 5%. Sementara tingkat inflasi diperkirakan tetap stabil dalam target 2,5±1%. Kombinasi daya tarik investasi dan stabilitas makroekonomi ini harus terus kita jaga sebagai motor pertumbuhan nasional,” kata Ameriza, saat pembukaan SID 2026, di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Kamis (23/7/2026).
Ameriza menjelaskan, BI bersama pemerintah daerah juga telah melakukan Penjaringan Proyek Investasi (Clean and Clear) yang menyaring 84 usulan menjadi proyek-proyek siap ditawarkan (ready to offer). Pada gelaran SID 2026, BI memfasilitasi pertemuan bisnis (one-on-one meeting) antara pengembang proyek dengan investor potensial dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, hingga India.
Dorong Hilirisasi dan Persiapan Visit Sumatra 2028
Membuka kegiatan tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, mengatakan, SID 2026 mempromosikan 19 proyek investasi strategis dari 10 provinsi. Untuk Sumut, proyek unggulan yang ditawarkan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Medan (KIM), Airport City Kualanamu, hingga Toba Caldera Resort.
“Hari ini kita tidak berbicara tentang satu provinsi, tetapi tentang satu kawasan yang bergerak bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama,” tutur Sulaiman.
Ia menambahkan, SID 2026 yang mengusung tema “Invest, Innovate, Inspire, Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence” ini sekaligus menjadi pijakan menuju momentum Visit Sumatra 2028 untuk menghubungkan destinasi antar-provinsi seperti Danau Toba, Belitung, Batam, hingga Bukittinggi.
Kontribusi Ekonomi Sumatra Mencapai 22,08%
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Utama, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengungkapkan bahwa kontribusi ekonomi Pulau Sumatra terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional pada triwulan I-2026 mencapai 22,08% atau senilai Rp1.361 triliun.
Sonny menekankan pentingnya percepatan hilirisasi agar nilai tambah komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sumatra. Selain itu, ia juga meminta dukungan dari seluruh instansi dan pelaku usaha untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang berlangsung pada 15 Mei hingga 31 Agustus 2026. (ANG)






