ODEBA.id, Borgo Panigale – Ducati Corse resmi mengonfirmasi bahwa kebersamaan antara Francesco Bagnaia dan Ducati Lenovo Team akan berakhir pada penghujung musim 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya kemitraan epik selama delapan musim yang telah mendominasi Kejuaraan Dunia MotoGP.
Kolaborasi antara pembalap bernomor motor 63 tersebut dan pabrikan asal Italia itu menorehkan tinta emas saat merebut gelar juara dunia kategori pembalap pada musim 2022. Pencapaian tersebut sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 15 tahun bagi Borgo Panigale setelah terakhir kali diraih oleh Casey Stoner pada 2007 silam. Selama memperkuat tim pabrikan, Bagnaia mencatatkan rekor luar biasa dengan koleksi 31 kemenangan—jumlah terbanyak dalam sejarah pembalap Ducati—serta mengemas 62 podium dan 28 pole position.
CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi besar yang diberikan oleh pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut. Ia menilai Bagnaia telah menuliskan sejarah fundamental bagi lini olahraga Ducati.
“Pecco tumbuh bersama kami, percaya pada proyek ini, dan bersama tim memberikan kontribusi krusial untuk membawa Desmosedici GP kembali ke puncak MotoGP. Ia adalah seorang juara, baik di dalam maupun di luar lintasan,” kata Domenicali, melansir motogp.com.
Domenicali juga menambahkan bahwa selain bakatnya yang luar biasa, profesionalisme, komitmen kerja sama tim, serta sikap respek yang ditunjukkan Bagnaia menjadikannya salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Ducati. Ia meyakini Bagnaia akan tetap memberikan kemampuan terbaiknya hingga balapan terakhir musim ini mengenakan seragam kebesaran merah.
Senada dengan Domenicali, General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan sang pembalap. Dall’Igna mengenang momen awal saat merekrut Bagnaia di usia muda demi membangun sebuah proyek jangka panjang.
“Dia cepat dan yang terpenting, cerdas. Bersama Ducati, ia mewujudkan impian masa kecilnya, dan kami pun meraih mimpi kami bersamanya. Dalam sebuah hubungan, tidak selalu mudah untuk mengenali dan memahami kapan sebuah siklus telah berakhir dan perubahan diperlukan,” ujar Dall’Igna.
Dall’Igna menegaskan bahwa hubungan matang yang berlandaskan kepercayaan dan rasa hormat timbal balik menjadi kunci utama mereka dalam menghadapi masa-masa sulit. Meskipun siklus kemitraan profesional ini segera berakhir, ikatan emosional yang mendalam dipastikan tidak akan berubah serta akan menjadi modal utama untuk menutup sisa balapan musim ini dengan torehan yang manis. (EL)






