ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Menag Ulas Sejarah Takbir Idulfitri Sejak Zaman Rasulullah

BY El Simamora
Sabtu, 21 Maret 2026
in Nasional
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengulas sejarah dan makna takbir Idulfitri dalam rangkaian Gema Takbir Akbar Nasional 1447 H, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3/2026). Ia mengungkapkan, tradisi takbir memiliki akar kuat sejak masa Rasulullah Saw. dan terus berkembang menjadi syiar yang hidup di tengah masyarakat, termasuk di Indonesia.

Menag menyampaikan, takbir merupakan ekspresi spiritual dalam menyambut berakhirnya Ramadan sekaligus menandai kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Rasulullah Saw. melepas bulan Ramadan dengan takbir. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dengan mengumandangkan takbir di ruang-ruang publik,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, dalam riwayat sejarah, sahabat seperti Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar mengumandangkan takbir tidak hanya di masjid, tetapi juga di pasar-pasar, sehingga diikuti oleh masyarakat luas dan menghadirkan suasana syiar yang semarak.

Menurutnya, praktik tersebut menunjukkan bahwa takbir tidak terbatas pada ruang ibadah, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial umat yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Menag juga membahas kekhasan Indonesia dalam merayakan Ramadan dan Idulfitri, yang dinilai memiliki semangat syiar yang kuat dan hidup dalam tradisi masyarakat. “Indonesia adalah salah satu negara yang paling semarak dalam menyambut Ramadan. Tradisi membangunkan sahur, takbiran, hingga berbagai ekspresi budaya menjadi bagian dari kekayaan umat Islam di sini,” katanya.

Ia menambahkan, tradisi bedug yang mengiringi takbir juga memiliki sejarah panjang di Indonesia, yang berkembang sejak masa Wali Songo sebagai sarana syiar Islam.

Menurutnya, bedug pada awalnya digunakan sebagai penanda waktu dan sarana komunikasi masyarakat sebelum berkembangnya teknologi pengeras suara seperti saat ini.

“Bedug menjadi simbol kebersamaan dan penanda penting dalam kehidupan masyarakat. Dari penanda waktu salat hingga berbagai peristiwa sosial, semuanya terhubung dengan tradisi ini,” ujarnya.

Menag juga menjelaskan, tradisi bunyi-bunyian dalam syiar Islam telah ada sejak masa Rasulullah, termasuk penggunaan alat seperti tambur dalam berbagai momentum, baik dalam penyambutan tamu maupun kegiatan sosial keagamaan.

Ia menyebut, seni dan ekspresi budaya yang mengiringi syiar keagamaan memiliki peran penting dalam memperhalus budi pekerti dan mendekatkan manusia kepada nilai-nilai ketuhanan. “Segala sesuatu yang indah dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, selama tetap dalam koridor yang baik dan membawa kemaslahatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menag menguraikan makna mendalam dari lafaz takbir sebagai ungkapan keagungan Allah yang memiliki kekuatan spiritual bagi umat Islam.

“Lafaz ‘Allahu Akbar’ adalah ungkapan yang sangat dahsyat, yang memberikan energi, kekuatan, dan semangat dalam kehidupan beragama,” tegasnya.

Menurutnya, takbir tidak hanya menjadi seruan ritual, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperkuat keimanan dan menjaga semangat kebaikan pasca-Ramadan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa Gema Takbir tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas karena melibatkan negara-negara anggota MABIMS.

Ia menjelaskan, takbir dikumandangkan secara bergantian melalui sambungan virtual bersama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai bentuk kebersamaan umat Islam di kawasan.

“Gema Takbir Idulfitri 1447 H ini tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga menggema lintas negara melalui kerja sama MABIMS,” ujar Abu.

Menurutnya, keserentakan perayaan Idulfitri di negara-negara tersebut semakin memperkuat nuansa persatuan dan kebersamaan umat Islam di Asia Tenggara.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus memperkuat sinergi regional dalam syiar Islam, sekaligus menghadirkan pengalaman keagamaan yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya. (ANG)

Next Post
Ilustrasi permainan bola basket.

IBL All Star Digelar di Bandung 11 April Mendatang

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba