ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sumut

Serius Tangani Hama Lalat Buah, Gubernur Sumut Tekankan Tiga Hal Ini

BY El Simamora
Senin, 25 Agustus 2025
in Sumut
Ilustrasi lalat buah.

Ilustrasi lalat buah. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution makin serius menangani hama lalat buah terutama di tanaman jeruk. Data, pengendalian hama dan membantu menyelesaikan masalah petani jadi fokus penanganan lalat buah dalam waktu dekat ini.

Ia meminta kepada daerah kabupaten yang memiliki perkebunan jeruk antara lain Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak dan Tapanuli Utara, menyiapkan data akurat terkait lahan dan jumlah petani. Sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, bisa membuat kebijakan yang tepat.

BacaJuga

Pangkas Biaya Logistik, Sumut Usul Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM ke Malaysia

Tembus 58.558 Ton GKP, Penyerapan Beras BULOG Sumut Dekati Target 2026

IM3 Rilis Paket Prabayar Istimewa, Beri Akses 5G hingga Kuota Roaming

Kemudian, mengimplementasikan penanganan lalat buah dengan menggunakan teknologi dan konsep dari PT Agrari. Dan yang terakhir, terkait pendanaan petani jeruk yang saat ini mengalami masalah yang cukup kompleks.

“Itu tiga hal yang perlu kita kerjakan, masing-masing sudah ada porsinya mana yang dikerjakan pemerintah daerah, mana yang dikerjakan provinsi dan mana bagian mitra kita, action-nya harus tepat, terutama data karena kita akan bergerak dari situ,” kata Bobby Nasution, usai Rakor Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Senin (25/8/2025).

Menurut Bobby, Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung dalam satu bulan ke depan penanganan hama lalat buah jeruk. Harapannya, agar metode yang telah di konsep ini bisa berjalan dengan baik.

“Semua kegiatan ini harus dikerjakan dengan benar-benar di lapangan, dibuat programnya, legalitas, kita akan intervensi satu bulan ke depan,” katanya.

CEO PT Agri, Robertus Theodore mengatakan, permasalahan yang banyak dialami petani jeruk saat ini adalah masalah pendanaan. Tidak sedikit petani jeruk yang terlilit hutang, sehingga kebunnya terbengkalai atau beralih ke tanaman lainnya.

“Tidak sedikit petani jeruk yang benar-benar kesulitan, mereka terlilit hutang, tidak bisa mengajukan ke bank karena pembayaran yang mandek, jeruk-jeruk mereka juga mengalami kerugian, kita bersama Pak Gubernur ingin menyelesaikan masalah ini,” kata Robertus.

Robertus bersyukur Bobby Nasution punya perhatian besar pada jeruk asli dari Sumatera Utara. Dia berharap skema yang telah mereka terapkan di kawasan Liang Melas Datas (LMD), Karo, bisa diimplementasikan di daerah-daerah yang memiliki perkebunan jeruk.

“Skema ini berhasil kita lakukan di LMD, dan kita ingin terapkan di lokasi lain, karena untuk menyelesaikan masalah lalat buah ini harus dilakukan di satu kawasan dan secara bersama-sama, kalau tidak kita lakukan secara serius, jeruk Karo bisa punah seperti jeruk daerah lainnya,” katanya.

Bupati Karo, Antonius Ginting mengatakan, saat ini lahan kebun jeruk yang aktif tinggal 4.841 hektare. Padahal beberapa tahun sebelumnya, perkebunan jeruk di Karo pernah mencapai 20.000 hektare.

“Ini data real perkebunan jeruk yang masih aktif, tetapi kita akan kembali kategorikan mana saja yang perlu kita terapkan metode ini, ada indikator yang perlu dipenuhi tentunya agar penanganan lalat buah bisa diselesaikan,” kata Antonius. (ANG)

Next Post
Indonesia Horse Racing di Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat.

Indonesia Horse Racing, Kompetisi Adu Cepat dan Warna Baru Nikmati Sport Tourism

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba