ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

Pemberlakuan Cukai MBDK Tekan Kasus Diabetes hingga 3,1 Juta

BY El Simamora
Kamis, 7 Maret 2024
in Ragam
Ilustrasi mengecek kadar gula

Ilustrasi mengecek kadar gula. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mendorong pemerintah agar pemberlakukan cukai untuk minuman berpemanis dengan kemasan (MBDK) segera diterapkan. Setelah beberapa kali tertunda, kebijakan cukai untuk MBDK rencananya akan segera diterapkan pada tahun ini.

Penerapan kebijakan ini menjadi sangat penting menurut pihak CISDI lantaran tingkat konsumsi MBDK di kalangan masyarakat Indonesia sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh betapa murah dan mudahnya akses masyarakat terhadap MBDK hingga anak kecil sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis sejak dini.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

CISDI melalui penelitian terbarunya mengungkap sederet manfaat yang dapat muncul apabila penerapan cukai dilakukan dengan meningkatkan harga produk MBDK hingga 20%. Angka tersebut didapatkan dari rata-rata penerapan cukai di negara-negara lain.

Health Economics Research Associate CISDI, Muhammad Zulfiqar Firdaus, menuturkan dalam paparannya bahwa penerapan cukai MBDK dapat menurunkan konsumsi hingga 17,5%.

“Apabila cukai diterapkan pada 2024 ini, maka kasus diabetes tipe dua sudah bisa turun setiap tahunnya. Secara akumulatif, dapat mencegah 3,1 juta kasus diabetes baru dari 2024-2033,” ucap Zulfiqar, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (7/3/2024).

Riset dampak kesehatan yang diuji oleh pihak CISDI didapatkan melalui metode analisis pemodelan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan elastisitas harga permintaan MBDK yang dihitung secara spesifik menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 digunakan sebagai input utama dalam analisis pemodelan.

Sebagai perbandingan, Zulfiqar menuturkan estimasi kasus baru diabetes dalam waktu 10 tahun jika kebijakan cukai tidak diberlakukan mencapai 8.949.769 kasus. Apabila kebijakan cukai MBDK diterapkan pada tahun ini, maka kasus bisa ditekan hingga 5.854.126 kasus dalam waktu 10 tahun.

Selain estimasi kasus baru, proyeksi angka kematian yang diakibatkan oleh diabetes atau komplikasi yang disebabkannya juga dapat mengalami penurunan signifikan. Ia menuturkan penerapan cukai yang dilakukan dapat menyelamatkan 455.310 orang dari kematian akibat diabetes dalam akumulasi 10 tahun.

“Skenarionya kalau misal pakai cukai, itu proyeksi angka kematiannya berada di angka 938.107 kasus dalam 10 tahun. Sedangkan tanpa penerapan cukai angkanya bisa sampai 1.393.417 kasus,” ungkapnya.

Research Principal Investigator CISDI Soewarta Kosen, MD, MPH, DrPH yang juga terlibat dalam penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan ini harus segera diberlakukan. Ia menyoroti tingginya jumlah konsumsi MBDK di masyarakat Indonesia, khususnya pada anak.

“Berdasarkan data Riskesdas 2018, 61,3% penduduk di Indonesia mengonsumsi MBDK setidaknya sekali dalam sehari. Terus 57,5% penduduk usia anak dan remaja di perkotaan mengonsumsi MBDK 5-7 kali dalam seminggu. Ini berdasarkan survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 2023,” tandas Soewarta. (dtc)

Next Post
Marco Bezzecchi

MotoGP 2024 Start Pekan Ini, Marco Bezzecchi Senang Kembali ke Trek

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba